PravadaNews – Angkatan Darat Iran telah memperingatkan bahwa jika musuh kembali jatuh ke dalam perangkap Israel dan melancarkan agresi lain terhadap Iran, Angkatan Bersenjata akan membuka front baru menggunakan alat dan metode baru.
Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, juru bicara Angkatan Darat, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pertemuan publik di Lapangan Valiasr di Teheran, menurut departemen hubungan masyarakat Angkatan Darat.
“Republik Islam Iran tidak dapat diblokade atau dikalahkan,” kata Jenderal Akraminia dikutip Selasa (19/5/2026), melansir Press TV.
“Jika musuh melakukan kesalahan lain dan kembali jatuh ke dalam perangkap Zionis, dan melancarkan agresi lain terhadap Iran tercinta kita, kita akan membuka front baru melawan mereka dengan alat dan metode baru.”
Gencatan Senjata Diperlakukan
Juru bicara tersebut juga menyampaikan laporan tentang langkah-langkah Angkatan Bersenjata Iran, khususnya Angkatan Darat, dan mengatakan bahwa Angkatan Darat telah memperlakukan masa gencatan senjata sebagai masa perang, menggunakan kesempatan tersebut untuk memperkuat kekuatan tempurnya.
Jenderal Akraminia mengatakan Angkatan Bersenjata memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan bahwa situasi di jalur air strategis tersebut tidak akan pernah kembali ke keadaan sebelumnya.
“Satu-satunya cara bagi musuh adalah menghormati bangsa Iran dan mematuhi hak-hak sah Republik Islam Iran,” tambahnya.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari, membunuh Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dan menyerang fasilitas nuklir, sekolah, dan rumah sakit.
Iran menanggapi dengan 100 gelombang serangan balasan di bawah Operasi Janji Sejati 4, dan sejak itu memberlakukan rezim maritim baru di Selat Hormuz, yang mengharuskan semua kapal untuk mendapatkan izin Iran sebelum melintasinya.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan telah berlaku sejak awal April, tetapi blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran masih berlanjut.
Teheran telah bersumpah bahwa selat tersebut tidak akan dibuka kembali sampai blokade dicabut dan perang berakhir secara permanen.















