PravadaNews – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menambah sebanyak 1.000 kuota kunjungan wisata per hari ke kawasan Gunung Bromo selama periode libur Lebaran.
Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan yang diperkirakan meningkat signifikan seiring tingginya minat masyarakat menghabiskan waktu libur Hari Raya di destinasi alam unggulan.
Penambahan kuota tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih bagi wisatawan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Pihak pengelola juga menegaskan bahwa pengaturan kunjungan tetap dilakukan secara ketat, termasuk melalui sistem reservasi daring dan pembatasan akses di titik-titik tertentu, guna menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus melindungi ekosistem kawasan Bromo yang sensitif terhadap tekanan aktivitas wisata.
Baca juga: Purbaya Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,7 Persen di Kuartal I-2026
Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menyampaikan, penambahan kuota ini merupakan kebijakan yang diambil oleh pihaknya setiap momen libur panjang.
“Khusus setiap momen libur panjang atau long weekend kuota harian yang dibuka sebesar 3.572 orang, penambahan kuota 1.000 orang mulai pukul 07.00 WIB, sedangkan untuk kuota normal 2.752 orang,” kata Endrip di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (21/3/2026).
Balai Besar TNBTS memastikan setiap masyarakat bisa mengakses kawasan Gunung Bromo selama kuota yang telah ditetapkan itu masih tercukupi.
Endrip menyampaikan untuk mempermudah akses ke kawasan Gunung Bromo tim di lapangan telah melakukan pelbagai persiapan, khususnya dalam mengantisipasi potensi terjadinya penumpukan jeep wisata yang ditumpangi oleh pengunjung.
Sejumlah jalur rawan macet telah dipetakan dan akan mendapatkan pengawasan ekstra dari petugas, yakni di daerah Sunrise View Point di Simpang Dingklik, Pakis Bincil, Bukti Kedaluh, Watu Gedhe, dan Jemplang.
Selama masa libur panjang ini pihak pengelola kawasan Gunung Bromo menempatkan sebanyak 60 personel pengamanan gabungan.
“Penjagaan di kawasan pintu masuk dan lokasi berpotensi macet, selain melibatkan tim dari TNBTS juga dibantu oleh kepolisian, TNI, kecamatan, desa penyangga, Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP), dan Masyarakat Peduli Api (MPA),” ujar Endrip.
Diketahui, harga tiket untuk wisatawan nusantara pada hari libur sebesar Rp79 ribu dan Rp255 ribu bagi wisatawan mancanegara.
Skema pembelian tiket pun sepenuhnya berjalan secara daring, yakni melalui laman resmi milik Balai Besar TNBTS di https://bromotenggersemeru.id.
Balai Besar TNBTS memperkirakan puncak kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo akan terjadi selama dua hari, yakni pada Minggu (22/3) dan Senin (23/3).
Endrip mengimbau kepada seluruh wisatawan agar mematuhi berbagai peraturan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan selama berada di dalam salah satu kawasan pariwisata unggulan di Provinsi Jawa Timur itu.
“Hindari berkunjung ke lokasi rawan bencana, khususnya di sekitar alat pemantauan PVMBG di kawasan Kaldera Bromo, terutama di area yang sering disebut Planet Bromo. Bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor pastikan kondisi kendaraannya prima karena jalur ke arah lokasi banyak tanjakan tajam dan turunan curam,” tutur Endrip.















