Ilustrasi beras kemasan 5 kilogram (kg). (Foto: Istimewa)

Beranda / Ekonomi / Megawati Ingatkan Masyarakat Tak Panik Hadapi Kelangkaan Beras Premium

Megawati Ingatkan Masyarakat Tak Panik Hadapi Kelangkaan Beras Premium

PravadaNews – Kabar mengenai beras premium kemasan 5 kilogram (kg) langka di pasaran memunculkan kekhawatiran di masyarakat terhadap ketersediaan beras.

Fenomena tersebut kemudian menjadi perhatian dari sisi perilaku konsumen karena informasi mengenai keterbatasan suatu produk dapat memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan pembelian.

Guru Besar Perilaku Konsumen IPB University, Megawati Simanjuntak, mengatakan munculnya informasi mengenai barang yang sulit ditemukan dapat membuat konsumen merasa perlu segera membeli sebelum produk benar-benar tidak tersedia.

Beras kemasan 5 kg, jelasnya, menjadi salah satu pilihan konsumen karena ukuran ini dinilai praktis untuk penyimpanan dan sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.

Ketika produk yang biasa dibeli sulit ditemukan, kondisi tersebut dapat mendorong perubahan perilaku konsumen, mulai dari mencari ukuran lain, mengganti merek, hingga mempertimbangkan produk alternatif yang masih tersedia.

Megawati mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan pembelian hanya berdasarkan kekhawatiran terhadap informasi kelangkaan yang beredar karena dapat meningkatkan permintaan secara tiba-tiba.

“Masyarakat tidak perlu terlalu panik atau ikut-ikutan menimbun. Beli sesuai kebutuhan saja. Kalau merek yang biasa dibeli tidak tersedia, bisa mempertimbangkan alternatif yang kualitas dan harganya masih sesuai,” ujar Megawati dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pangan, mulai dari pembangunan irigasi, embung, pompa air, optimalisasi sawah ataupun pencetakan sawah.

Amran menyebut, ketersediaan beras nasional berasal dari produksi berjalan, stok pemerintah, serta pasokan dari berbagai sektor yang secara keseluruhan diperkirakan mencapai 25–26 juta ton.

“Kebutuhan beras per bulan berada pada kisaran 2,5 sampai 2,6 juta ton. Artinya, pasokan beras kita sangat cukup untuk 10 bulan ke depan,” tutur Amran saat ditemui di Kementerian Pertanian, Selasa (15/9).

Menurutnya, pemerintah juga menjaga keseimbangan harga beras melalui percepatan bantuan pangan kepada 33,4 juta penerima serta penambahan alokasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *