PravadaNews – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menargetkan Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes) Merah Putih menembus pasar ekspor dan tidak lagi bergantung pada pasar domestik.
Pemerintah, kata Budi, tengah menyiapkan berbagai fasilitasi, mulai dari pelatihan hingga dukungan perwakilan dagang di luar negeri.
“Kami ingin yang ekspor itu tidak hanya dari kota, tetapi sampai desa bisa ekspor. Sehingga yang bisa ekspor tidak hanya perusahaan besar, tetapi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih juga harus bisa ekspor,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Adapun langkah awal sudah dilakukan melalui pelepasan ekspor perdana produk kakao olahan Kopdes Merah Putih di Jembrana, Bali. Budi menyebut ekspor tersebut menjadi pintu masuk koperasi desa untuk bersaing di pasar global.
Menurut Budi, potensi Kopdes Merah Putih tidak hanya sebagai minimarket atau penyedia sarana produksi pertanian, tetapi juga sebagai agregator produk unggulan desa. Produk-produk itu, kata Budi, dapat dikembangkan agar memenuhi standar ekspor.
Untuk itu, Budi berujar, Kemendag akan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pengelola dan anggota koperasi, termasuk pelatihan teknis agar produk memenuhi persyaratan pasar internasional.
Baca Juga: Menkop Dorong Koperasi Desa Saingi Ritel Modern
Selain itu, lanjut Budi, Kemendag akan memanfaatkan jaringan perwakilan dagang Indonesia di luar negeri melalui program business matching guna memperluas akses pasar. Di sisi lain, Budi menegaskan strategi peningkatan ekspor tidak hanya bertumpu pada penguatan koperasi desa.
Menurut Budi, pemerintah juga memperluas akses pasar melalui perjanjian dagang internasional, seperti EU-CEPA, Indonesia-Kanada CEPA, Peru-Asia FTA, Indonesia-Peru CEPA, dan Indonesia-Tunisia FTA, yang telah diselesaikan tahun lalu dan ditargetkan segera diimplementasikan tahun ini.
“Kita ingin ekspor kita naik. Caranya bagaimana? Salah satunya adalah dengan banyak perjanjian dagang yang bisa membuka akses pasar kita di luar negeri,” kata Budi.
Lebih jauh, Budi mengungkapkan, Kemendag juga menjalankan program from local to global untuk mendorong UMKM masuk pasar ekspor.
“Sepanjang tahun lalu, pemerintah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM dengan total nilai transaksi mencapai 134,8 juta dolar AS atau lebih dari Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen merupakan UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor,” pungkas Budi.














