Ilustrasi seorang wanita membeli popcorn di bioskop. (Foto: Dok. Cinema XXI)

Beranda / Infotaiment / Mengapa Wangi Popcorn XXI Menggoda?

Mengapa Wangi Popcorn XXI Menggoda?

PravadaNews – Sebelum film dimulai, aroma karamel di lobi bioskop lebih dahulu memunculkan pertanyaan, mengapa popcorn tetap menggoda untuk dibeli meski harganya tidak murah?

Ternyata, daya tarik popcorn tidak hanya berasal dari rasanya, tapi juga dari aroma yang memengaruhi selera serta kebiasaan menikmatinya di bioskop.

Berdasarkan pantauan PravadaNews dalam layanan m.food, harga popcorn karamel ukuran medium tercantum Rp70.000 di Hollywood XXI dan Epicentrum XXI. Namun, harga ini dapat berbeda sesuai wilayah, produk, paket, hingga promosi yang tersedia.

Cinema XXI menempatkan popcorn sebagai salah satu menu utama XXI Café. Varian yang ditawarkan terus berkembang, tapi popcorn karamel tetap mudah dikenali melalui aroma manisnya.

Pada sejarah awalnya, popcorn sempat ditolak pengelola bioskop karena dianggap dapat mengotori ruang pertunjukan. Pedagang kemudian menjualnya di sekitar tempat hiburan karena mudah dibuat dan dapat dipanggang menggunakan mesin bergerak.

Keadaan berubah setelah film bersuara berkembang sehingga bunyi kunyahan tidak lagi terlalu mengganggu pertunjukan. Popcorn semakin diminati ketika masyarakat Amerika Serikat mencari hiburan terjangkau pada masa tekanan ekonomi 1930-an.

Besarnya keuntungan membuat pengelola bioskop mulai menjual popcorn sendiri. Camilan tersebut lalu berpindah dari luar gedung menuju lobi dan menjadi bagian dari kegiatan sebelum menonton film.

“Pengaruh luar biasa dalam sejarah popcorn adalah ‘perkawinannya’ yang mendadak dengan bioskop,” tulis Andrew F. Smith dalam buku Popped Culture: A Social History of Popcorn in America, yang diterjemahkan redaksi dari bahasa Inggris, Selasa (14/7/2026).

Istilah “perkawinan mendadak” menggambarkan hubungan popcorn dan bioskop yang sebelumnya berjalan terpisah. Bioskop memperoleh pemasukan tambahan, sementara popcorn mendapatkan pasar dari penonton yang datang menyaksikan film.

Kehadiran popcorn secara berulang membuat aroma dan rasanya semakin lekat dengan suasana bioskop. Wangi yang tercium di lobi pun dapat mengingatkan penonton pada pengalaman menonton sebelumnya.

Pengaruh aroma terhadap selera ditemukan dalam kajian Food Odours Direct Specific Appetite karya H.F.A. Zoon dan rekan-rekannya.

“Paparan aroma makanan meningkatkan selera terhadap produk yang sesuai, baik dari rasa maupun kepadatan energinya, terlepas dari kondisi lapar,” tulis para peneliti, diterjemahkan redaksi dari bahasa Inggris.

Kajian tersebut menunjukkan aroma manis dapat meningkatkan selera terhadap makanan dengan rasa serupa. Di bioskop, wangi karamel dapat mengarahkan perhatian penonton kepada popcorn karamel, meski tidak selalu berakhir dengan pembelian.

Karena itu, daya tarik wangi popcorn XXI terbentuk dari pengaruh aroma terhadap kebiasaan panjang menikmati camilan ketika menonton. Sebelum dicicipi, aromanya telah lebih dahulu menjadi penanda bahwa pemutaran film segera dimulai.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *