PravadaNews – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia International atau Telin terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat konektivitas digital kawasan Asia-Pasifik dengan meresmikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5).
Kehadiran proyek strategis tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional karena untuk pertama kalinya Indonesia memiliki jalur kabel bawah laut internasional yang menghubungkan langsung Indonesia dengan Papua Nugini.
Tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi dan pemerataan akses digital di kawasan timur Indonesia, proyek ini juga disebut sebagai “jalur tol digital” lintas negara yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas konektivitas internet, mempercepat pertukaran data, memperkuat ekosistem ekonomi digital, hingga membuka peluang investasi dan kerja sama regional di wilayah Asia-Pasifik.
Peresmian kabel laut tersebut sekaligus menegaskan komitmen Telkom dalam menghadirkan jaringan telekomunikasi yang andal, cepat, dan terintegrasi guna mendukung transformasi digital nasional, khususnya di daerah perbatasan dan kawasan timur Indonesia yang selama ini membutuhkan penguatan infrastruktur konektivitas.
Peresmian proyek tersebut dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, Gubernur Papua yang diwakili oleh L. Christian Sohilait, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi.
Angga menegaskan, percepatan transformasi digital menjadi salah satu prioritas nasional untuk mewujudkan pembangunan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
“Karena itu, konektivitas harus dibangun secara merata dan berkelanjutan agar seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital,” ujar Angga dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (10/5/2026).
Sistem kabel laut Pukpuk ini merupakan kabel lintas batas (cross-border) pertama di kawasan Asia-Pasifik yang secara langsung menghubungkan jaringan Indonesia dengan Papua Nugini.
Landing station di Jayapura yang dioperasikan TelkomGroup menjadi gerbang konektivitas menuju jaringan Kumul di Papua Nugini, sekaligus mengalirkan kapasitas dari berbagai provinsi di Papua Nugini hingga Vanimo.
Lebih dari sekadar infrastruktur telekomunikasi, proyek ini mencerminkan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Papua Nugini dalam membangun konektivitas kawasan. Sinergi Telin dan PNG DataCo yang diperkuat melalui penandatanganan commercial agreement pada hari ini menjadi langkah nyata dalam memperluas integrasi jaringan dan memperkuat konektivitas digital Asia-Pasifik.
Dengan hadirnya kabel laut ini, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas yang mandiri. Jalur pertama menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua, sementara jalur kedua-yang baru diresmikan menghubungkan Vanimo, Madang hingga Port Moresby, dan dapat terhubung ke Manado hingga Los Angeles, Amerika Serikat melalui kabel SEA-US.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, bahwa proyek Pukpuk menjadi bukti nyata komitmen TelkomGroup dalam menghadirkan pemerataan konektivitas hingga ke Indonesia Timur.
“Melalui Pukpuk, TelkomGroup tidak hanya memperkuat infrastruktur digital di Papua, tetapi juga menegaskan Indonesia Timur merupakan bagian integral dari ekosistem konektivitas global,” ujar Dian.
Pembangunan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pemerataan akses digital di seluruh wilayah Indonesia, khususnya kawasan timur yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan transformasi teknologi.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat konektivitas Indonesia Timur sekaligus membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global,” ujar Dian.
Dian menambahkan, kehadiran jalur konektivitas internasional tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekosistem digital, peningkatan kualitas layanan telekomunikasi, hingga mendorong percepatan investasi dan inovasi teknologi di kawasan Asia-Pasifik.
Selain itu, proyek ini juga diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai hub digital strategis yang menghubungkan berbagai negara di kawasan Pasifik melalui jaringan infrastruktur telekomunikasi modern dan berkapasitas tinggi.















