PravadaNews – Dalam rangka menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran 2026, Polda Maluku Utara (Malut) terus mengintensifkan patroli dan pengamanan, khususnya di wilayah perairan yang menjadi jalur vital transportasi antarpulau.
Langkah ini difokuskan di Pelabuhan Kapal Cepat Sofifi sebagai salah satu titik strategis mobilitas masyarakat selama periode Hari Raya Idul Fitri, seiring meningkatnya aktivitas penumpang dan distribusi logistik di kawasan tersebut.
Upaya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Kie Raha 2026 yang bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Baca juga: Polres Tangerang Awasi Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik
Selain patroli rutin, aparat kepolisian juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan di laut, termasuk keselamatan pelayaran, guna memastikan seluruh rangkaian perjalanan masyarakat berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Kabid Humas Polda Maluku Utara (Malut) Kombes Pol Wahyu Istanto Bram menjelaskan, patroli perairan merupakan langkah preventif dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun kecelakaan pelayaran.
Dalam kegiatan tersebut, kata Wahyu, personel Ditpolairud melakukan pengawasan aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan. Petugas memantau proses bongkar muat penumpang, serta melakukan pemeriksaan terhadap kapal kapal cepat (speedboat) yang bersandar maupun yang akan berangkat.
“Selain itu kami juga memberikan imbauan keselamatan kepada para nakhoda dan penumpang agar selalu mematuhi aturan pelayaran demi keselamatan bersama,” ucap Wahyu, Senin (23/3/2026).
Pihaknya mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat di pelabuhan tersebut sejak menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.
Hal itu dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, terutama di titik-titik transportasi laut yang menjadi jalur utama arus mudik.
Wahyu mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga mencakup aspek keselamatan. Petugas memastikan kelengkapan dokumen pelayaran setiap kapal, serta melakukan pengecekan terhadap ketersediaan alat keselamatan, seperti pelampung (life jacket).
Selain itu personel juga memastikan jumlah penumpang yang diangkut tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan, guna mencegah potensi kecelakaan laut akibat kelebihan kapasitas maupun kelalaian dalam penerapan standar keselamatan.
Petugas juga menjalin koordinasi dengan pengelola pelabuhan serta instansi terkait lainnya guna meningkatkan pengawasan di area dermaga, sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Pihaknya berkomitmen terus meningkatkan intensitas patroli serta pengamanan di wilayah perairan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kie Raha 2026 berlangsung.
Dengan kehadiran personel di lapangan, kata Wahyu, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam melakukan perjalanan, khususnya menggunakan transportasi laut. Selain itu kepatuhan terhadap aturan keselamatan juga diharapkan dapat semakin meningkat, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
“Melalui berbagai upaya preventif ini, Polda Maluku Utara berkomitmen untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga momentum mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” kata Wahyu.















