PravadaNews – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi rakyat sekaligus memajukan kesejahteraan dan kecerdasan bangsa di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyinggung kondisi dunia yang saat ini diwarnai konflik dan peperangan di berbagai kawasan, mulai dari Eropa hingga Timur Tengah.
Menurut Prabowo, gejolak internasional tersebut turut memberikan dampak besar terhadap kehidupan dan perekonomian Indonesia.
“Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian. Peperangan terjadi di banyak tempat,” ujar Prabowo di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo mengatakan, konflik yang terjadi di berbagai negara memang berada jauh dari Indonesia, namun efeknya tetap dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama terhadap kondisi ekonomi global dan stabilitas nasional.
“Bahkan di Eropa, di Timur Tengah, di kawasan yang walaupun jauh dari kita, tetapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan kita,” kata orang nomor satu di Indonesia.
Karena itu, Prabowo menilai, seorang Presiden Republik Indonesia harus hadir secara langsung untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan pengelolaan negara kepada masyarakat. Menurutnya, kepemimpinan nasional harus mampu memberikan kepastian di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” ucapnya.
Prabowo juga mengingatkan dirinya telah disumpah di hadapan rakyat untuk menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Amanat tersebut, kata Prabowo, menjadi dasar utama dalam menjalankan pemerintahan.
“Saya telah disumpah oleh Saudara-saudara sekalian, di hadapan Saudara-saudara sekalian, dan di hadapan rakyat,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan tugas seorang presiden tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Tugas saya untuk menjalankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, di mana saya bertanggung jawab untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia,” kata Prabowo.
“Bertanggung jawab untuk memajukan kesejahteraan, memajukan kecerdasan bangsa, untuk menjaga peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia,” lanjut Prabowo.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap fokus menjaga stabilitas nasional dan memperkuat pembangunan di tengah tekanan kondisi global yang terus berkembang.















