PravadaNews – Presiden Prabowo Subianto menyinggung dinamika konflik Timur Tengah yang kian memanas, termasuk keterlibatan negara-negara Islam yang berada di pihak berbeda dalam sejumlah konflik.
Prabowo menilai, perbedaan sikap di antara negara-negara Islam tersebut menjadi hal yang sangat memprihatinkan dan mengubah lanskap ekonomi dan geopolitik global.
Menurut Prabowo, kondisi ini menunjukkan adanya fragmentasi di antara negara-negara yang selama ini memiliki kedekatan sebagai sesama anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Baca juga: Prabowo Bagikan Sembako ke Warga Aceh
“Yang sedih, bagaimana bisa ya, contoh, ada perang saudara di sesama negara Islam. Satu negara sahabat kita, mitra kita, katakanlah Arab Saudi, kemudian Uni Emirat Arab, sahabat kita, sesama anggota OKI, mereka mendukung pihak yang berlawanan, yang saling berperang,” kata Prabowo, Minggu (22/3/2026)
Prabowo menyebutkan, kondisi serupa juga tampak dalam konflik yang berlangsung di Yaman dan Sudan. Ia memandang situasi tersebut sebagai pelajaran penting bagi Indonesia dalam merespons berbagai konflik internasional.
Dalam konteks itu, Prabowo menegaskan pentingnya bagi Indonesia untuk menjaga keseimbangan hubungan luar negeri. Ia menilai pendekatan yang tidak berpihak secara ekstrem dapat membuka ruang bagi Indonesia untuk tetap diterima oleh berbagai negara.
“Kita hormati semua kekuatan. Dan kalau kita baik sama semua, kita mungkin bermanfaat. Saya tidak tahu gradasinya apa, kalau kita masih bisa diterima oleh Iran, tapi kita masih dipercaya oleh negara-negara Teluk, mungkin itu baik,” ujarnya.














