PravadaNews — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian bertemu dengan warga Iran yang tinggal di Amerika Serikat di New York.
Mereka mengadakan diskusi informal dengan anggota komunitas tersebut. Pertemuan pada Jumat (25/9) itu menjadi kesempatan bagi Presiden Pezeshkian untuk mendengar pandangan secara langsung dari warga Iran-Amerika
Presiden menanggapi pertanyaan dan komentar mereka dengan sikap sabar dan terbuka, sebagaimana dilansir dari Kantor Berita IRNA, Sabtu (26/9/20026).
Sebelum pertemuan tersebut, Presiden Pezeshkian telah mengadakan pertemuan dengan para editor, manajer, dan jurnalis media Amerika, serta para pakar dan spesialis dari berbagai lembaga pemikir (think tank) AS.
Presiden Pezeshkian juga memberikan wawancara kepada jaringan televisi AS, Fox News dan CBS, serta Al Jazeera dari Qatar, untuk memaparkan posisi Republik Islam Iran terkait isu-isu regional dan internasional.
Pada Rabu, Presiden Pezeshkian berpidato dalam sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana beliau menanggapi dengan tegas retorika dan ancaman Presiden AS Donald Trump.
Pidatonya, yang menyuarakan pembelaan terhadap hak-hak dan aspirasi rakyat Iran, menuai pujian luas.
Di sela-sela pertemuan PBB tersebut, Presiden Pezeshkian juga mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara dan pejabat, serta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Pembicaraan tersebut mencakup hubungan bilateral, perkembangan regional, dan isu-isu internasional.















