Menter Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. (Foto: Dok. Kementerian Perdagangan)

Beranda / Ekonomi / RI Impor Bahan Baku Plastik dari AS

RI Impor Bahan Baku Plastik dari AS

PravadaNews – Dampak konflik di Timur Tengah kini terasa hingga ke level industri dan pasar dalam negeri.

Gangguan rantai pasok global membuat pasokan bahan baku plastik atau naphta yang selama ini diandalkan menjadi terhambat parah.

Akibatnya, harga plastik di pasaran melonjak drastis sekitar 30-40 persen per April 2026.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengakui, Indonesia selama ini sangat bergantung pada impor naphta atau bahan baku bijih plastik dari kawasan tersebut.

Baca Juga: Harga Bahan Baku Plastik Meroket Hingga 40%

Situasi yang tidak menentu membuat distribusi terganggu, sehingga pemerintah harus segera mencari jalan keluar.

“Jadi plastik itu kan memang kita impor bahan bakunya, untuk bijih plastik itu naphta dari Timur Tengah selama ini. Karena imbas perang sehingga otomatis terganggu dari sana,” kata Mendag, di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Mendag memastikan Indonesia kini telah mendapatkan sumber pasokan bahan baku plastik dari tiga negara besar.

Negara-negara yang kini menjadi andalan untuk mensuplai naphta atau bahan baku bijih plastik adalah Afrika, India, dan Amerika Serikat (AS).

Proses impor dari ketiga negara ini sudah berjalan, meski masih membutuhkan waktu untuk sampai di pelabuhan.

“Kita mencari alternatif dari India, Amerika dan Afrika. Dari tiga negara tadi sudah proses, cuma kan ya perlu waktu kan, jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada,” pungkas Mendag.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *