PravadaNews – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang viral di media sosial terkait isu “menjatuhkan” Prabowo Subianto.
Sarmuji menilai pernyataan tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan tafsir liar di tengah masyarakat, tetapi juga dapat memperkeruh situasi politik nasional yang tengah membutuhkan stabilitas.
Untuk memperjelas pandangannya, Sarmuji pun menggunakan analogi kereta, menggambarkan perjalanan pemerintahan yang sedang berjalan seharusnya dijaga bersama agar tetap berada di rel yang benar, bukan justru digoyang dengan narasi yang dinilai kontraproduktif.
“Jangan menghentikan kereta yang sedang melaju, karena kereta berjalan pada rel yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan,” kata Sarmuji kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Video Viral Saiful Mujani: Ini Kata Teddy
Sarmuji menjelaskan, upaya menghentikan jalannya pemerintahan yang sedang berjalan diibaratkan seperti menghentikan kereta yang tengah melaju kencang. Menurutnya, tindakan tersebut justru akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi banyak pihak, terutama masyarakat sebagai “penumpang” yang menggantungkan harapan pada perjalanan tersebut.
Sarmuji menegaskan, dalam situasi seperti itu, pihak yang paling dirugikan bukanlah pengelola atau pengendali kereta, melainkan para penumpang yang berada di dalamnya. Karena itu, Sarmuji meyakini masyarakatlah yang akan terlebih dahulu menyampaikan protes jika perjalanan tersebut tiba-tiba dihentikan di tengah jalan tanpa alasan yang jelas.
Lebih lanjut, Sarmuji menilai stabilitas dan keberlanjutan menjadi hal penting dalam menjaga kepercayaan publik. Ia pun mengingatkan agar berbagai pandangan atau kritik yang berkembang tetap disampaikan secara konstruktif, tanpa memicu kegaduhan yang dapat berdampak pada kepentingan masyarakat luas.
“Nanti yang protes bukan masinis, melainkan penumpang. Kalau kereta berhenti, yang dirugikan adalah rakyat kebanyakan,” ucapnya.
Sarmuji menyebut Presiden Prabowo Subianto terpilih secara konstitusional. Sarmuji mengajak semua pihak mendukung pemerintahan Prabowo.
“Kita sudah memiliki sirkulasi kepemimpinan nasional yang ajeg dan konstitusional. Pemerintah di bawah kepemimpinan presiden Prabowo sedang berusaha keras mencapai visinya sekaligus mendekati tujuan negara menciptakan masyarakat adil dan sejahtera,” ujar Sarmuji.
Sebelumnya, video Saiful Mujani mengatakan jatuhkan Prabowo diketahui tengah ramai di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, Saiful Mujani berbicara soal menjatuhkan Prabowo untuk menyelamatkan bangsa.
“Saya alternatifnya bukan, bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu. Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo, tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” kata Saiful Mujani dalam video viral seperti dilihat, Minggu (5/4).
Seskab Teddy Indra Wijaya kemudian merespons hal itu. Dia mengatakan masih banyak hal yang harus dikerjakan.
“Wah, saya masih banyak sekali pekerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Gitu kira-kira,” kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).
Teddy mengatakan Prabowo berfokus pada hal yang besar. Dia menyebut banyak hal lebih strategis yang sedang dikerjakan Prabowo.
“Apalagi Bapak Presiden, ngurusin hal besar. Lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis dan ya gitu,” ucapnya.















