PravadaNews – Bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia kini memasuki babak baru. Pasalnya, setelah mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) sekitar lebih dari satu tahun, kini bakal beralih ke perusahaan lain, yakni SEFAS Group.
CEO SEFAS Group, Ricky Roesli mengatakan, pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi 100 persen bisnis SPBU Shell di Indonesia. Namun, justru akuisisi tersebut masih menunggu persetujuan dan pemenuhan persyaratan umum lainnya.
“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar Ricky dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Adapun jika telah mendapatkan persetujuan, maka akan menjadi kelanjutan dari kerja sama panjang antara SEFAS dan Shell di Indonesia.
Apalagi, menurut Ricky, kepemilikan lokal akan menjadi landasan untuk melanjutkan pengembangan bisnis ritel energi tersebut.
“Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling tepercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang,” kata Ricky.
Sementara itu, Presiden Direktur Shell Indonesia Andri Pratiwa menjelaskan, alasan SPBU Shell di jual. Menurut dia, perusahaan SEFAS memiliki pemahaman terhadap pasar dan kebutuhan pelanggan di Indonesia.
Maka dengan dasar pemahaman itu, kedua perusahaan telah menjalin kerja sama dalam waktu yang cukup lama.
“SEFAS merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya,” kata Andri.
SEFAS selanjutnya akan meneruskan proses akuisisi hingga memperoleh kepemilikan penuh. Adapun transaksi itu akan diperkirakan berlangsung pada 2026.
Meskipun sudah diakuisisi oleh SEFAS Group, namun nama Shell akan tetap digunakan dengan skema lisensi merek. Begitupula dengan layanan untuk pelanggan, karyawan, dan mitra juga dipastikan tetap berlanjut.















