PravadaNews – Bagi penyintas vitiligo, matahari bukan sekadar panas di kulit, tetapi paparan yang dapat memicu iritasi pada area tanpa pigmen.
Vitiligo terjadi ketika sel pembentuk warna kulit rusak atau berhenti menghasilkan melanin. Kondisi ini membuat sebagian area kulit tampak lebih putih dibandingkan warna kulit di sekitarnya.
Dilansir dari laman Halodoc, vitiligo termasuk penyakit kulit tidak menular dan tidak mengancam jiwa. Namun, perubahan warna kulit dapat memengaruhi kenyamanan penyintas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Hal ini dapat berkaitan dengan faktor genetik, gangguan autoimun, stres pada kulit, hingga paparan bahan kimia tertentu. Pada sebagian penyintas, bercak baru juga dapat muncul setelah kulit mengalami luka, gesekan, atau iritasi.
Baca Juga: 4 Manfaat Rebusan Daun Salam dan Sereh bagi Kesehatan
Paparan sinar matahari berlebihan dapat memperburuk kondisi kulit yang mengalami kehilangan pigmen. Area tanpa melanin lebih rentan mengalami kemerahan, iritasi, hingga luka bakar matahari.
“Gunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, terutama pada area kulit yang terkena,” tulis Halodoc, dikutip Kamis (25/6/2026).
Sebagai informasi, Sun Protection Factor (SPF) dapat digunakan untuk membantu melindungi kulit dari dampak paparan sinar matahari.
Perlindungan juga dapat dilakukan dengan mengenakan pakaian berlengan panjang, topi, serta memilih tempat teduh saat beraktivitas. Penyintas sebaiknya membatasi paparan sinar ultraviolet (UV) pada pukul 10.00 hingga 16.00.
Penanganan vitiligo dapat mencakup obat oles, fototerapi, dan terapi lain sesuai pemeriksaan dokter. Meski demikian, perlindungan kulit harian tetap diperlukan untuk mengurangi risiko iritasi pada area yang mengalami hipopigmentasi.
Perlu diketahui, edukasi mengenai vitiligo juga menjadi bagian dari peringatan Hari Vitiligo Sedunia yang berlangsung setiap 25 Juni. Vitiligo Research Foundation mencatat World Vitiligo Day 2026 digelar di Chandigarh, India, dengan tema From Stigma to Strength.
Kampanye itu menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap vitiligo sebagai kondisi kesehatan kulit. Perlindungan dari paparan matahari dan konsultasi medis diperlukan agar perawatan vitiligo sesuai dengan kondisi kulit masing-masing penyintas.













