PravadaNews – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memastikan akan hadir langsung dalam puncak peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5). Kehadiran itu disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menyerap aspirasi pekerja secara langsung.
“Tentunya saya juga nanti akan hadir dan saya akan melihat dan mendengar bagaimana aspirasi dari buruh,” ujar Dudung, dikutip Jumat (1/4/2026).
Baca juga : May Day Harus Jadi Momentum Ekonomi Buruh
Dudung menuturkan, aspirasi buruh yang disampaikan dalam momentum tersebut akan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk ditindaklanjuti. Dudung berharap peringatan Hari Buruh berlangsung tertib dan mencerminkan nilai persatuan.
“Saya yakin Bapak Presiden pun akan merespons apa yang nanti akan disampaikan. Saya yakin bahwa rakyat Indonesia ini menjunjung tinggi moralitas, persatuan, dan nilai-nilai luhur bangsa,” kata Dudung.
Adapun Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam puncak peringatan tersebut sebagai bentuk keterlibatan langsung pemerintah dalam isu ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyebut kehadiran Presiden sebagai komitmen untuk memastikan suara buruh tidak berhenti pada penyampaian aspirasi.
Menurut Qodari, pemerintah memposisikan diri bukan sebagai pihak yang berseberangan dengan pekerja, melainkan sebagai mitra dalam menjaga keseimbangan dunia usaha dan ketenagakerjaan.
Qodari menekankan bahwa kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan usaha saling berkaitan.
“Kalau dunia usahanya enggak sehat, enggak bisa gajian ya. Demikian pula sebaliknya,” ujar Qodari.
Sedangkan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntadi mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema
“Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama,” pungkas Cris.















