Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung di Gedung ESDM, Jakarta. (Dok. Intan Afrida Rafni).

Beranda / Ekonomi / Wamen ESDM Ungkap Dua Kebutuhan Utama Data Center

Wamen ESDM Ungkap Dua Kebutuhan Utama Data Center

PravadaNews – Dalam perkembangan data center di Indonesia, ternyata listrik tidak hanya menjadi satu-satunya pasokan yang dibutuhkan. Ketersediaan air justru juga jadi bagian yang perlu diperhatikan dalam menentukan pengembangan pusat data.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan, kebutuhan listrik dan air merupakan dua hal penting dalam pengembangan data center.

“Data center itu kan membutuhkan dua. Itu listrik besar itu, dan juga ketersediaan air,” ujar Yuliot, Gedung ESDM, Jakarta, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Melihat dua kebutuhan penting itu, Yuliot menilai, perlu ada pertimbangan dalam menentukan lokasi maupun pengembangan data center di Indonesia. Tentunya, lokasi yang dipilih harus dengan kapasitas listrik serta ketersediaan sumber air yang cukup.

Terutama untuk listrik, Yuliot meyebut, kebutuhan listrik yang besar merupakan aspek penting karena data center membutuhkan pasokan energi untuk perangkat dan sistem di dalamnya.

Maka dari itu, dalam praktiknya nanti, pihaknya berharap akan ada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk menjadi opsi dalam memenuhi kebutuhan listrik data center.

Namun, Yuliot tidak menjelaskan lebih lanjut apakah PLTN yang akan ditenderkan tersebut secara khusus akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan listrik data center.

“PLN mengharapkan untuk tender PLTN,” ucap Yuliot.

Diketahui, masuknya investasi pusat data berskala besar ke Batam, Kepulauan Riau, membutuhkan penguatan infrastruktur, terutama listrik dan air. Hingga September 2026, BP Batam mencatat kapasitas pusat data eksisting, komitmen investasi, dan proyek dalam pipeline telah mencapai 1,47 GW IT.

Ekonom Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menilai posisi Batam yang dekat dengan Singapura dan berada di jalur pelayaran internasional menjadi peluang untuk menarik investasi teknologi tinggi. Namun, peluang tersebut perlu diikuti kepastian hukum dan regulasi agar iklim investasi tetap terjaga.

“Hanya saja pemerintah bisa atau tidak membangun kebijakan yang menjamin kepastian hukum dan regulasi yang baik serta aman untuk investasi,” kata Didik.

Dari sisi infrastruktur, BP Batam menekankan agar pertumbuhan investasi tidak mendahului kesiapan pasokan listrik. PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat dari 841 MW pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035, sementara kebutuhan listrik pusat data diperkirakan mulai melampaui separuh beban puncak Batam pada 2029.

Kebutuhan air juga menjadi perhatian. BP Batam menyebut industri pusat data diwajibkan membangun fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) secara mandiri agar kebutuhan operasional tidak mengganggu pasokan air waduk untuk masyarakat.

Selain itu, PLN Batam telah menjalin perjanjian dengan DayOne untuk memasok 511 MVA atau sekitar 450 MW listrik bagi pengembangan pusat data hyperscale di Kabil Industrial Tech Park secara bertahap pada 2026–2027.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *