PravadaNews – Keluhan pencernaan, nyeri otot, hingga peradangan ringan kerap membuat nanas dicari sebagai bahan pangan pendukung kesehatan.
Pencarian manfaat alami ini perlu dibarengi pemahaman yang tepat karena bromelain pada nanas juga tersedia dalam bentuk suplemen.
Sebagai informasi, bromelain merupakan enzim pemecah protein yang banyak ditemukan pada buah dan batang nanas.
Dalam hal itu, Momentum Hari Nanas Internasional yang diperingati setiap 27 Juni menjadi pengingat nanas memiliki banyak manfaat dan mengandung vitamin C, mangan, serat, ataupun bromelain.
“Suplemen bromelain juga dipercaya bisa meredakan nyeri, misalnya nyeri setelah operasi dan nyeri otot,” Dilansir dari laman AloDokter, Sabtu (27/6/2026).
Dalam sistem pencernaan, bromelain membantu proses pemecahan protein dari makanan. Peran tersebut membuat nanas dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kelancaran pencernaan.
Bromelain juga banyak dibahas dalam pemulihan tubuh setelah olahraga berat atau tindakan medis tertentu. Namun, suplemen bromelain tidak dianjurkan digunakan sembarangan sebelum atau sesudah operasi karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Selain itu, bromelain berperan dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Klaim ini tetap perlu dipahami sebagai potensi pendukung, bukan terapi utama untuk gangguan metabolik atau penyakit jantung.
Senada dengan itu, National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menjelaskan, bromelain sebagai kelompok enzim pemecah protein dari nanas. Lembaga di bawah National Institutes of Health (NIH) mencatat bromelain banyak dipromosikan untuk nyeri otot, sinusitis, osteoartritis, dan pemulihan setelah tindakan gigi.
Meski begitu, NCCIH menyebut bukti ilmiah mengenai bromelain oral masih terbatas pada beberapa kondisi kesehatan. Karena itu, konsumsi nanas tetap perlu dilakukan sewajarnya, sementara suplemen bromelain sebaiknya digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.















