PravadaNews – Pendidikan dan kehidupan yang layak menjadi kesempatan baru bagi puluhan ribu anak yang selama ini menghadapi kerasnya kehidupan jalanan.
Melalui program Sekolah Rakyat, sekitar 45 ribu anak jalanan berpeluang kembali mengenyam pendidikan, sekaligus memperoleh tempat tinggal yang layak melalui sistem sekolah berasrama.
Tak hanya membuka akses belajar, program ini juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar anak melalui penyediaan makanan yang tidak sekadar cukup secara jumlah, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi.
Dengan pendidikan, tempat tinggal, dan asupan nutrisi yang memadai, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, lebih dari 45 ribu anak jalanan kini memiliki kesempatan untuk kembali bersekolah, tidak hanya mendapatkan pendidikan, mereka juga memperoleh tempat tinggal yang layak.
“Fasilitas belajar dan olahraga yang memadai, makanan bergizi, serta layanan kesehatan yang terjamin,” kata Teddy Indra Wijaya, dalam unggahnya di media sosial Instagram Sekretariat Kabinet, Rabu 928/10/2026).
Adapun perkembangan Sekolah Rakyat, hingga Oktober 2026, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah selesai dibangun.
Ratusan Sekolah Rakyat tersebut tersebar di 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Lokasi tempat tersebut, yakni Kediri (Jawa Timur), Jember (Jawa Timur), Tuban (Jawa Timur), Karangasem.(Bali), Cilacap (Jawa Tengah), Kaur (Bengkulu). Sragen (Jawa Tengah), Semarang (Jawa Tengah), Cikarang (Jawa Barat), Bogor (Jawa Barat), Kota Medan (Sumatra Utara), Makassar (Sulawesi Selatan).
Kemudian Maluku Tengah (Maluku), Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur), Kota Surabaya (Jawa Timur), Kota Pasuruan (Jawa Timur), Gresik (Jawa Timur), Aceh Besar (Aceh). Trenggalek (Jawa Timur), Dharmasraya (Sumatra Barat), Serdang Bedagai (Sumatra Utara), Lampung Selatan (Lampung), Lhokseumawe (Aceh), Malang (Jawa Timur), Jepara (Jawa Tengah).
Pati (Jawa Tengah), Rembang (Jawa Tengah), Kota Pontianak (Kalimantan Barat), Padang Sidempuan (Sumatra Utara), Kulon Progo (Yogyakarta), Banyumas (Jawa Tengah). Kota Kendari (Sulawesi Tenggara), Takalar (Sulawesi Selatan), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Jombang (Jawa Timur), Kota Bengkulu (Bengkulu), Bireun (Aceh), Jakarta Selatan (Jakarta).
Teddy menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk terus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia.
Teddy menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan langkah nyata dalam membuka kesempatan bagi seluruh anak Indonesia untuk menggapai cita-cita mereka.
“Sekolah Rakyat, membuka jalan semua anak menuju masa depan. Hingga Oktober 2026, ratusan sekolah telah hadir di berbagai daerah untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan,”ujar Teddy.
Teddy juga menjelaskan Sekolah Rakyat membawa misi sosial yang besar, yakni memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk membangun kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan.
Teddy menekankan, setiap anak memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, tanpa harus kehilangan harapan terhadap masa depannya.
Sekolah Rakyat, kata Teddy, membawa pesan kuat masa depan seorang anak tidak boleh diterhalang oleh kemiskinan keluarganya.
Setiap anak Indonesia berhak bermimpi besar, dan negara hadir untuk membuka jalannya.
“Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar. Memiliki kesempatan untuk tumbuh, dan mengejar cita-cita mereka,” pungkas Teddy.














