PravadaNews – Rutinitas harian kerap membuat aktivitas fisik keluarga tersisih, padahal kebiasaan bergerak bersama dapat dimulai dari kegiatan sederhana.
Kebiasaan itu tidak harus menunggu akhir pekan panjang. Keluarga juga tidak perlu selalu mengeluarkan biaya tambahan untuk datang ke tempat olahraga.
Dilansir dari laman Halodoc, olahraga bersama keluarga memiliki manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
“Beberapa di antaranya mempererat ikatan, mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial, serta keterampilan mengelola emosi,” tulis Halodoc, dikutip Senin (29/6/2026).
Manfaat itu membuat olahraga keluarga tidak hanya dipahami sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran. Kegiatan bersama juga dapat membuka ruang interaksi yang lebih alami di rumah.
Bersepeda dapat menjadi pilihan ketika keluarga ingin bergerak di luar rumah. Aktivitas ini membantu anggota keluarga menjaga komunikasi karena setiap orang perlu memperhatikan arah dan keamanan bersama.
Jalan santai bisa dipilih saat keluarga membutuhkan aktivitas yang lebih ringan. Kegiatan ini tidak memerlukan persiapan khusus, sehingga mudah disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap anggota keluarga.
Di dalam rumah, menari dapat menjadi pilihan ketika keluarga tidak sempat keluar. Aktivitas aerobik ini membuat tubuh tetap bergerak melalui iringan lagu yang disukai bersama.
Bermain bola juga bisa dilakukan secara sederhana tanpa menunggu jumlah pemain lengkap. Keluarga dapat menyesuaikan gerakan dengan ruang yang tersedia agar tetap aman bagi anak maupun orang tua.
Selain itu, outbound ringan dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin aktivitas lebih menantang. Kegiatan ini perlu disesuaikan dengan usia anak karena berkaitan dengan latihan otot, keseimbangan tubuh, dan keberanian.
Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan masyarakat melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Anjuran ini membuat olahraga keluarga dapat dimulai dari durasi pendek.
Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat 37,4% penduduk usia 10 tahun ke atas masih kurang aktivitas fisik. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes mencatat alasan terbesar kurang bergerak itu tidak ada waktu, dengan proporsi 48,7%.
Data ini menunjukkan hambatan olahraga keluarga tidak selalu berkaitan dengan fasilitas. Waktu yang terbatas membuat kegiatan sederhana lebih realistis untuk dilakukan secara bertahap.
Dalam hal ini, hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap 29 Juni turut mengingatkan pentingnya kebiasaan sehat dari lingkungan terdekat. Penguatan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik, tapi juga pemenuhan gizi yang aman.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau,” jelas Zulhas dalam keterangan yang diterima PravadaNews, Minggu (28/6) malam.















