PravadaNews – Masyarakat dapat menjaga kesehatan usus melalui lima kebiasaan sederhana dalam rutinitas harian.
Langkah sederhana itu dapat dimulai dari konsumsi serat, probiotik, air putih, olahraga, dan pengelolaan stres.
Dilansir dari laman Halodoc, kesehatan usus menjadi bagian penting dalam kerja tubuh secara menyeluruh. Usus tidak hanya mencerna makanan, tetapi juga membantu penyerapan nutrisi, produksi vitamin, hingga daya tahan tubuh.
“Kesehatan usus merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan tubuh secara menyeluruh. Usus yang sehat berarti sistem pencernaan bekerja optimal, penyerapan nutrisi maksimal, dan kekebalan tubuh terjaga,” tulis Halo Doc, Selasa (9/6/2026).
Dalam penjelasannya, usus sehat ditandai dengan keseimbangan bakteri baik atau probiotik di saluran pencernaan. Keseimbangan tersebut membantu menekan pertumbuhan bakteri merugikan dan menjaga lapisan usus tetap kuat.
Gangguan pada mikroflora usus dapat memicu keluhan pencernaan ringan hingga masalah kesehatan yang berlangsung lebih lama. Kondisi itu dapat dipengaruhi makanan tinggi gula, rendah serat, makanan olahan, stres kronis, kurang aktivitas fisik, dan penggunaan antibiotik berlebihan.
Asupan serat menjadi langkah pertama untuk membantu bakteri baik tetap berkembang di dalam usus. Buah segar, sayuran hijau, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan polong-polongan dapat menjadi sumber serat harian.
Selain serat, konsumsi probiotik dan prebiotik dapat membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus. Yogurt tanpa gula, kefir, tempe, kimchi, acar, pisang, bawang putih, bawang bombay, dan asparagus dapat menjadi pilihan.
Upaya menjaga usus sehat juga selaras dengan kebijakan pencegahan penyakit melalui pola hidup sehat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui GERMAS mendorong masyarakat memperbanyak konsumsi buah dan sayur dalam menu harian.
Kecukupan cairan juga diperlukan agar feses lebih lunak dan mudah melewati saluran pencernaan. Pedoman Isi Piringku Kemenkes memuat anjuran minum delapan gelas air putih setiap hari untuk mendukung fungsi tubuh.
Aktivitas fisik rutin turut membantu pergerakan usus dan mengurangi waktu transit makanan dalam sistem pencernaan. Kemenkes juga menganjurkan masyarakat melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Pengelolaan stres perlu dilakukan karena tekanan berkepanjangan dapat memengaruhi hubungan otak dan usus. Masyarakat juga perlu membatasi gula tambahan, makanan olahan, kafein berlebihan, alkohol, dan rokok agar kesehatan usus tetap terjaga.















