Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud dan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Bidang Pangan Tatang Yuliono saat Konferensi pers di Jakarta. (Foto: Dok. Insignia Rizki/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / 8 Pelabuhan Telah Dapat Penilaian GSPI ASRI

8 Pelabuhan Telah Dapat Penilaian GSPI ASRI

PravadaNews – Terdapat delapan pelabuhan telah mengikuti penilaian Green and Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026. Penilaian itu dilihat dari ‘ASRI’ yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Pernyataan itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Bidang Pangan Tatang Yuliono saat peluncuran GSPI ASRI 2026, dikutip Kamis (2/7/2026).

“Kita langsung mulai dengan IDSurvey, kita tambahkan penilaian ASRI, yaitu aman, sehat, resik, dan indah 2026,” kata Tatang.

Delapan pelabuhan itu di antaranya; Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik, Terminal Khusus PT Pupuk Kalimantan Timur, Pelabuhan Umum PT Krakatau Bandar Samudera, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Baca Juga: GSPI ASRI Perkuat Tata Kelola Pelabuhan

Berikutnya, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Terminal Petikemas Banjarmasin, PT Pelindo Multi Terminal Cabang Tanjung Intan, dan PT Pelindo Terminal Petikemas Bitung.

Di sisi lain, Tatang menyebut assessment memakai pendekatan teknologi pintar dan ramah lingkungan. Aspek yang dilihat meliputi digitalisasi, lingkungan, dan emisi karbon.

Lebih jauh, delapan terminal dan pelabuhan itu dinilai memenuhi kriteria penilaian. “Ada delapan terminal ataupun pelabuhan ini yang kita nilai memenuhi dan sudah bisa mendapatkan sertifikat,” ujar Tatang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud menyampaikan program tersebut dipakai untuk mendorong pelabuhan lain.

“Ini akan kami gunakan untuk memberikan dorongan kepada pelabuhan-pelabuhan yang beroperasi, baik pelabuhan umum maupun pelabuhan yang sifatnya khusus hanya melayani kepentingan sendiri,” kata Masyhud.

Lebih lanjut, Masyhud mengatakan green and smart port belum benar-benar wajib pada tahap ini. Kementerian Perhubungan akan menindaklanjuti program tersebut bagi pelabuhan yang belum tersertifikasi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *