PravadaNews – Di tengah bayang-bayang fenomena cuaca ekstrem, pemerintah memastikan kondisi pangan nasional tetap terkendali dan siap menghadapi tekanan yang dipicu perubahan iklim.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada April 2026 tidak akan mengganggu stabilitas pangan dalam negeri.
“El Nino Godzilla diprediksikan bertahan selama enam bulan, namun stok beras kita per hari ini ada sebanyak 4,9 juta ton yang diprediksi dapat memenuhi kebutuhan selama 11 bulan. Aman,” kata Andi, dikutip Senin (20/4/2026).
Amran menjelaskan, selain cadangan beras, ketersediaan pangan juga ditopang oleh sektor lain. Stok dari industri makanan horeka tercatat mencapai 12,5 juta ton, sementara hasil tanaman standing crop mencapai 11 juta ton.
Baca juga: Dampak Plastik Harga Pangan Naik
Menurut Amran dalam waktu dekat stok beras nasional diproyeksikan menembus lima juta ton, tepatnya paling lambat pada pertengahan pekan depan. Angka tersebut disebut menjadi salah satu capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Artinya ketersediaan pangan nasional mencapai kurang lebih 28 juta ton, cukup untuk 11 bulan dan menghadapi dampak fenomena El Nino,” ujar Andi.
Amran juga mengajak masyarakat untuk turut melakukan verifikasi terhadap data pangan nasional guna meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.
Dalam menghadapi musim kemarau panjang, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, di antaranya distribusi pompa air, penguatan sistem irigasi, serta intervensi di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.
Selain itu, Amran menegaskan bahwa stok pupuk nasional dalam kondisi aman. Pemerintah juga mencatat adanya penurunan harga pupuk hingga 20 persen, yang diharapkan dapat membantu petani dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.















