PravadaNews – Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak menutup kemungkinan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini, Nanik Sudaryati Deyang, sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi menegaskan, penyidik berkewenangan untuk memeriksa siapa pun yang memiliki informasi terkait perkara yang sedang diselidiki.
Syarief mengatakan, proses penyelidikan dalam konstruksi perkara hukum harus dilakukan secara profesional terlepas dari jabatan yang diemban maupun keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana.
“Jadi gini, kalau yang namanya saksi itu, siapa pun yang kami perlukan untuk membuat terang tindak pidana itu dapat diperiksa sebagai saksi,” kata Syarief dikutip Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Misteri Kata ‘Hadiah Indah’ Diisi Surat Sony untuk Nanik S Deyang
Meski begitu, status saksi dalam sebuah penyelidikan perkara hukum tidak serta-merta telah menunjukkan keterlibatan seseorang dalam dugaan korupsi yang sedang diselidiki.
Menurutnya, penyidik berwenang memanggil pihak mana pun yang dianggap mengetahui fakta-fakta penting yang dapat membantu proses penyidikan.
“Tapi tidak semua saksi itu adalah terlibat dalam tindak pidana itu ya,” ujar Syarief.
“Tapi siapapun yang mengetahui, yang kami anggap perlu untuk diperiksa sebagai saksi, bisa kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi,” tutup Syarief.
Sebagai informasi pernyataan itu muncul di tengah berkembangnya proses penyidikan kasus dugaan penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menyeret sejumlah petinggi BGN.
Kejaksaan Agung sebelumnya menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tersangka bersama dua pejabat senior lainnya, yakni mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.
Ketiganya diduga terlibat dalam praktik korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran program MBG periode 2025–2026.
Perhatian publik juga tertuju pada Nanik Sudaryati Deyang setelah Presiden RI Prabowo Subianto telah resmi menunjuknya untuk memimpin BGN menggantikan Dadan.
Penunjukan tersebut dilakukan sehari sebelum Kejaksaan Agung mengumumkan status tersangka terhadap mantan kepala badan tersebut.
Nama Nanik pun kembali menjadi sorotan setelah surat yang ditulis bekas Wakil Kepala BGN sekaligus tersangka kasus korupsi tata kelola MBG, Sony Sonjaya.
Dalam surat tulisan tangan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @sonisonjayabd pada Rabu malam, Sony mengucapkan selamat atas penunjukan Nanik sebagai kepala BGN.
Jabatan tersebut didapat setelah Presiden RI Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari kepala BGN.
Namun ucapan tersebut disertai kalimat yang memunculkan tanda tanya lantaran berisi tentang diksi yang mengandung frasa “hadiah” terhadap dirinya.
“Kepada yang terhormat Ibu Nanik S. Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya,” tulis Sony dalam surat yang ditujukan kepada mantan koleganya itu.
Dalam unggahan di instagramnya, Sony tak menjelaskan lebih lanjut soal apa yang dimaksud dengan
“hadiah” tersebut.
Ketiadaan penjelasan membuat frasa itu terbuka untuk berbagai penafsiran.
Terutama terkait posisinya Sony saat ini berstatus sebagai tahanan Kejaksaan Agung dalam perkara yang berkaitan dengan program unggulan pemerintah di bidang pemenuhan gizi.
Unggahan itu juga disertai narasi keterangan yang bernada suportif terhadap kepemimpinan baru di BGN. Sony menyebut jabatan yang saat ini diemban Nanik sebagai amanah besar.
Sony mengaku bahagia melihat seorang rekan yang memperoleh tanggung jawab yang lebih luas dalam pengabdian kepada negara.
“Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa,” tulis Sony.
Mantan perwira polisi itu turut menyampaikan doa agar Nanik diberikan kesehatan, kekuatan, jalan kemudahan dalam rangka menjalankan tugasnya.
Sony juga berharap kepala BGN yang baru dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui lembaga yang memegang peran paling sentral dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
“Teruslah menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Doa terbaik selalu menyertai setiap langkah pengabdian untuk Indonesia,” tutup Sony dalam tulisan yang diunggahnya.















