PravadaNews – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan perubahan lanskap dunia kerja yang kian menuntut pekerja untuk tidak lagi bertumpu pada ijazah semata.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat selembar ijazah, tetapi juga kompetensi,” kata Afriansyah dikutip Kamis,(23/4/2026).
“Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri,” sambung Afriansyah.
Baca Juga: Kemenaker Pastikan Jaminan Sosial Sasar Pekerja Informal
Adapun pernyataan Alfiansyah itu telah menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam konsep bidang ketenagakerjaan yang juga telah menitikberatkan pada penguatan keterampilan.
Pemerintah, kata Afriansyah, juga akan mendorong peningkatan kompetensi melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan sertifikasi.
Kerjasama yang akan dilakukan itu mulai pembukaan balai pelatihan vokasi Kemenaket, Politeknik Ketenagakerjaan, hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Alfiansyah mengatakan program itu mencakup pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga peningkatan keterampilan yang berbasis kebutuhan industri.
Alfiansyah menekankan, dengan adanya program tersebut pekerja diharapkan tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi dan skema perubahan pola kerja.
Di sisi lain, Afriansyah menyoroti mengenai pentingnya menjaga hubungan industrial para pekerja dan pemberi kerja yang harmonis di lingkungan kerja.
Alfiansyah juga meminta seluruh serikat pekerja mengedepankan dialog dan musyawarah dalam rangka menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tutup Alfiansyah.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo Sandry Pasambuna menilai keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dilihat dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
Sosok yang akrab disapa Sandry itu menekankan kemampuan dan kompetensi dapat mewujudkan kesejahteraan para pekerja dan bagian penting dari keberlanjutan usaha.
“Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan bersama-sama mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” pungkas Sandry.














