Ilustrasi Pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Nasional / Catatan Kritis Pengamat untuk Jumhur

Catatan Kritis Pengamat untuk Jumhur

PravadaNews – Nama seseorang aktivis yang menjabat sebagai Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jumhur Hidayat pekan ini ramai mencuat ke publik usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Lingkungan Hidup. 

Pengangkatan ini menjadi salah satu momen sejarah bagi Jumhur yang sebelumnya diketahui cukup lama malang-melintang di dunia pergerakan aktivisme dan kemudian akhirnya dapat menembus kursi kekuasaan. 

Dalam keterangannya, Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J. Rachbini, melontarkan catatan kritis terhadap sosok Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. 

Dalam pandangannya, Didik menegaskan, tidak seharusnya lagi ada romantisme aktivisme yang bertumpu pada idealisme di atas langit ketika Jumhur saat ini sebagai seseorang yang berada di dalam lingkar kekuasaan.

Didik menjelaskan, maksud dari kalimat itu yakni mendorong agar  dalam kepemimpinannya Jumhur tetap menjalankan prinsip-prinsip perjuangan keberpihakan kepada  rakyat meski harus menghadapi realitas politik kompleksitas dari kekuasaan. 

Baca juga: Ujian Idealisme Jumhur di Kursi Kekuasaan

Didik menegaskan, realitas politik lingkungan hidup kini turut hadir dengan segala kompleksitasnya mulai dari proses tarik-menarik kepentingan ekonomi hingga  tekanan politik yang kerap kali menuntut kompromi. 

“Banyak aktivis yang gagal saat masuk kekuasaan lalu kemudian telah menjual idealismenya dan melakukan kompromi politik, yang dulu di tentangnya,” ungkap Didik kepada PravadaNews, pada Selasa (28/4/2026). 

Situasi itu, kata Didik, merupakan ujian nyata bagi siapa pun yang sebelumnya dikenal sebagai seseorang aktivis dan kemudian masuk di lingkaran kekuasaan. 

Didik menilai, tidak sedikit aktivis yang goyah ketika memasuki struktur kekuasaan. Alih-alih mempertahankan nilai-nilai yang dahulu diperjuangkan, sebagian justru terjebak dalam praktik kompromi politik.

“Ujian terbesar bagi seorang aktivis adalah konsistensinya,” ujar Didik. 

Fenomena tersebut, lanjut Didik, bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan dari kerasnya realitas politik yang sering kali berbenturan dengan idealisme. 

Didi menekankan, dalam konteks lingkungan hidup, benturan itu menjadi semakin krusial karena menyangkut kepentingan publik jangka panjang.

Didik berharap, pengalaman masa lalu sebagai aktivis dapat menjadi pijakan moral yang kuat bagi para pejabat publik khusunya Jumhur yang merupakan sahabat karibnya saat di masa mengenyam bangku perguruan tinggi sebagai seorang mahasiswa. 

Didik menambahkan, konsistensi bukan hanya soal menjaga citra, tetapi juga tentang keberanian mempertahankan prinsip di tengah tekanan kekuasaan. 

“Jadi sekarang realitas politik lingkungan hidup dengan segala kerumitan dan permasalahannya sudah ada di hadapannya,” tutup Didik.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah resmi melantik Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur telah  dilantik bersama lima orang lainya yang maing-masing menerima jabatan baru. 

Pengangkatan Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup telah didasarkan oleh surat Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 51/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri, serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

Dalam kesempatan pelantikan itu  Presiden Prabowo juga memimpin langsung sumpah jabatan yang dilakukan Jumhur. 

“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ungkap Prabowo mendiktekan sumpah jabatan.

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Prabowo. 

Setelah pengucapan sumpah, para pejabat yang dilantik Presiden kemudian menandatangani berita acara pelantikan menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029. 

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming untuk diikuti para tamu undangan lainnya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *