PravadaNews – Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Abdulaziz Alwasil, menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap dinamika keamanan di kawasan Teluk, khususnya di Selat Hormuz yang disebut sebagai jalur vital perdagangan energi global.
Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai keselamatan jalur maritim, Senin, (27/4), Alwasil menegaskan bahwa gangguan terhadap kebebasan navigasi di wilayah tersebut akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dunia.
“Setiap ancaman terhadap kebebasan navigasi berdampak langsung pada stabilitas pasar energi, rantai pasokan global, dan keamanan ekonomi internasional,” kata Alwasil dikutip Rabu (29/4/2026).
Baca juga : Iran-Rusia Bahas Konflik AS-Israel
Alwasil menilai keamanan Selat Hormuz merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga melalui kepatuhan terhadap hukum internasional serta penguatan kerja sama global. Ia juga menekankan pentingnya implementasi Resolusi Dewan Keamanan 2817 tahun 2026.
Alwasil menambahkan, Arab Saudi mendukung berbagai upaya de-eskalasi konflik di kawasan, termasuk inisiatif mediasi yang dipimpin Pakistan yang masih berlangsung hingga saat ini.
Selain itu, Alwasil mendesak Dewan Keamanan PBB untuk secara tegas mengecam serangan yang disebut telah dialami Arab Saudi sejak awal krisis, tanpa menyebut secara langsung pihak yang dituding bertanggung jawab.















