Ilustrasi Stok beras Bulog 5,2 Ton. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Stok Beras Mencapai 5,2 Juta Ton

Stok Beras Mencapai 5,2 Juta Ton

PravadaNews — Di tengah melimpahnya cadangan beras nasional, Perum Bulog melempar gagasan yang terbilang “klasik” namun strategis menghidupkan kembali tunjangan beras (natura) bagi ASN, TNI, dan Polri. Usulan ini bukan sekadar nostalgia kebijakan lama, melainkan langkah taktis untuk menjaga stabilitas distribusi di saat stok menembus rekor sejarah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa skema natura pernah terbukti berjalan pada era sebelumnya. Kini, saat gudang Bulog dipenuhi beras hasil panen petani dalam negeri, pendekatan serupa dinilai relevan untuk mempercepat penyerapan.

“Kami akan mencoba terobosan ke depan mudah-mudahan kalau memang dapat restu, dulu-dulu kita TNI, Polri, maupun ASN itu dapat natura. Nah, mumpung beras Bulog itu melimpah, kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri, dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti natura zaman-zaman dahulu. Jenis berasnya medium,” ujar Rizal, Rabu (6/5/2026).

Langkah ini, jika disetujui, berpotensi mengubah pola distribusi beras pemerintah. Bukan hanya bantuan sosial atau operasi pasar, tapi juga integrasi langsung ke dalam skema kesejahteraan aparatur negara.

Secara konsep, natura sendiri bukan hal baru dalam sistem pengupahan. Berdasarkan Direktorat Jenderal Pajak, natura merupakan imbalan dalam bentuk barang selain uang yang dialihkan kepemilikannya dari pemberi kerja kepada penerima. Sementara “kenikmatan” mengacu pada fasilitas atau layanan yang diberikan.

Namun, yang menarik bukan sekadar definisinya melainkan konteksnya hari ini saat negara menghadapi surplus beras dalam skala besar.

Rizal mengungkapkan, saat ini Bulog tidak hanya mengandalkan satu jalur distribusi. Pendekatan pentahelix diterapkan, melibatkan berbagai pihak dari institusi negara hingga sektor swasta.

“Strategi distribusi kami lakukan dengan kombinasi pentahelix.Penyaluran beras itu melibatkan seluruh stakeholders pemerintah. Contoh, umpamanya penyaluran beras SPHP kami libatkan TNI, Polri, Pemda, kemudian teman-teman pengusaha, bahkan sampai dengan retail-retail modern. Alfamart, Indomaret, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK),” jelas Rizal.

Dengan kata lain, natura hanyalah satu dari sekian instrumen yang sedang disiapkan untuk memastikan beras tidak menumpuk terlalu lama di gudang.

Bulog mencatat stok beras nasional saat ini telah mencapai 5,2 juta ton,angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Fakta ini sengaja ditunjukkan secara langsung kepada mahasiswa yang diajak meninjau gudang.

“Kami sengaja ajak adik-adik BEM untuk menyaksikan bahwa memang benar saat ini gudang Bulog sudah penuh semuanya dengan beras-beras hasil panen petani Indonesia. Kami laporkan bahwa sampai dengan hari ini stok beras Bulog totalnya adalah mencapai 5,2 juta ton beras. Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia Merdeka,” tutup Rizal.

Dari sisi independen, mahasiswa yang hadir melihat kondisi tersebut sebagai sinyal positif terhadap ketahanan pangan nasional,bahkan dalam menghadapi ancaman iklim ekstrem.

Perwakilan mahasiswa, Hani Fatimah dari Universitas Trilogi, menyebut kekhawatiran terhadap potensi El Nino besar mulai mereda setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

“Jadi tadi juga kita sebagai mahasiswa sudah diperlihatkan gitu bagaimana proses beras dari gabah, terus kemudian jadi beras lalu juga penyimpanannya seperti apa itu sudah diperlihatkan. Dan juga kekhawatiran kita tentang nanti akan ada El Nino yang besar itu juga sudah bisa dipastikan beras kita tuh aman di dalam dan waktu satu tahun ke depan,” sebut Hani.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *