PravadaNews – Sushi kerap masuk daftar menu diet ketika makanan sehat tidak lagi hanya diukur dari porsi kecil.
Hidangan Jepang itu memadukan nasi, ikan, rumput laut, sayuran, dan saus dalam satu sajian yang terlihat sederhana.
Namun, nilai gizinya tetap bergantung pada bahan, porsi, serta tambahan yang menyertai setiap gulungan.
Dilansir dari laman Halodoc, sushi dapat menjadi makanan padat nutrisi jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. “Secara umum, sushi adalah makanan padat nutrisi,” tulis Halodoc, dikutip Kamis (18/6/2026).
Ikan laut dalam seperti salmon dan tuna menjadi sumber protein serta asam lemak omega-3 bagi tubuh. Kandungan tersebut berperan dalam menjaga kesehatan jantung, fungsi otak, dan pembuluh darah dalam pola makan seimbang.
Baca Juga: Efektifkah Pisang untuk Diare?
Protein pada ikan dapat membantu rasa kenyang lebih lama bagi orang yang sedang mengatur asupan makanan. Meski begitu, nasi sushi tetap perlu dihitung karena biasanya diolah dengan campuran cuka dan gula.
Rumput laut kering atau nori juga menambah asupan mineral, yodium, vitamin, dan antioksidan dalam sushi. Kandungan tersebut dapat mendukung metabolisme tubuh, tetapi tidak membuat semua varian sushi otomatis rendah kalori.
Manfaat sushi bisa berkurang ketika ikan mentah tidak ditangani dengan suhu dan kebersihan yang tepat. Bahan mentah berisiko membawa bakteri, parasit, atau paparan merkuri tertentu jika rantai dingin penyimpanan tidak terjaga.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) harian. Anjuran itu penting karena nasi berbumbu, shoyu, mayones, ataupun keju dapat menambah kalori tersembunyi.
Lebih lanjut, instansi itu menyarankan batas konsumsi GGL agar pola makan masyarakat tetap terkendali. Batas harian itu mencakup 50 gram gula, 2.000 miligram natrium atau 5 gram garam, serta 67 gram lemak.
Kemenkes juga menerbitkan aturan Nutri-Level pada pangan siap saji untuk memperkuat informasi gizi bagi konsumen. Momentum Hari Sushi Internasional pada hari ini dapat menjadi pengingat bahwa sushi bisa mendukung diet jika porsinya terukur, bersih, hingga dipilih dari bahan aman.















