PravadaNews – Presiden Prabowo Subianto menjadikan pidato penutup Pekan Nasional (PENAS) XVII 2026 sebagai sinyal evaluasi kabinet, pada Rabu, 24 Juni 22026 lalu.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa) mengatakan, Prabowo ingin mengembalikan kepercayaan mayarakat dengan cara merombak struktur kabinet.
“Saya melihatnya, Pak Prabowo paham kini kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahannya sedang menurun, sehingga ia perlu meyakinkan masyarakat untuk kembali mempercayai kerja-kerja kabinetnya,” ujar Hensa, dikutip Kamis (25/6/2026).
Hensa juga menilai, seruan ‘Indonesia Bangkit’ itu merupakan strategi Prabowo untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
“Mampu enggak menteri-menteri Prabowo kembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah? Karena Pak Presiden meyakini Indonesia akan bangkit, harusnya menteri-menteri terus serius tunjukkan kinerjanya ke publik,” kata Hensa.
Sementara itu, rilis survei nasional Poltracking Indonesia pada Mei 2026 memberi gambaran mengenai posisi kepercayaan publik terhadap pemerintah. Survei tatap muka pada 11-17 Mei 2026 melibatkan 1.220 responden dengan margin of error 2,9 persen.
“Tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yakni 74,2 persen, sementara tingkat kepuasan publik 72,2 persen,” tulis Poltracking dalam rilisnya.
Seperti diketahui, Hensa membaca ajakan Prabowo agar rakyat percaya kepada pemimpin dan pemerintah sebagai sinyal bahwa isu kepercayaan publik menjadi perhatian Presiden.
Sementara survei Poltracking Indonesia memberi gambaran bahwa modal kepercayaan masih cukup tinggi, sehingga tantangan kabinet berada pada kemampuan menjaga dan memperkuat kepercayaan tersebut melalui kerja pemerintahan.















