Ilustrasi polis line. (Foto: AI/PravadaNews)

Beranda / Hukum / Jejak Karier Moncer Ruly Terungkap

Jejak Karier Moncer Ruly Terungkap

PravadaNews – Terungkapnya jejak karier cemerlang Ruly Yunis Setiawati (50) menambah duka sekaligus misteri di balik kematiannya.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan yang dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN) berprestasi itu ditemukan tewas di dalam mobil dinas yang terparkir di area Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Sabtu (20/6/2026).

Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, perjalanan karier Ruly yang penuh dedikasi kini menjadi sorotan publik.

Ternyata sebelum menjabat sebaagi Sekretaris Dinas PRKP, Ruly pernah menduduki jabatan penting di Pemkab Bangkalan.

Kepala Dinas (Kadis) PRKP Pemkab Bangkalan, Roniyun Hamid, mengungkapkan, Ruly lebih dulu masukm ke PRKP dibanding dia.

Roniyun baru menjabat sebagai Kepala Dinas PRKP enam bulan lalu, sementara Ruly sudah hampir 1,5 tahun.

Ruly masuk gerbong mutasi pertama di bawah kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim.

Sebelumnya, Ruly menjabat kepala bidang di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo) Pemkab Bangkalan.

Meski Ruly sudah 1,5 tahun menjabat sebagai Sekretaris Dinas PRKP, namun dia tidak biasa menggunakan mobil dinas Innova hitam M 1090 GP yang dipakainya saat dia tewas.

Ruly biasanya memakai mobil Brio hitam miliknya.

“Jadi ketika Rabu kemarin dapat informasi awal tentang nopol M 1090 GP, saya masih bingung karena tidak hafal dan bertanya ke beberapa staf. Tapi benar itu kendaraan dinas sekretaris, almarhumah tidak pernah membawanya karena bodi Innova terlalu bongsor, Bu Ruly biasa Brio warna hitam,” jelas Roniyun.

Roniyun menegaskan, Ruly ke luar kota tidak sedang dalam perjalanan dinas. Bahkan dia tidak pamit mau ke luar kota.

“Tidak berpamitan ke luar kota, penugasan kantor juga tidak,” terang Roniyun.

Keberadaan mobdin Innova diketahui pihak keluarga dan Roniyun sedang terparkir dan berisikan jasad Ruly pada Rabu (24/6).

Innova berwarna hitam itu diketahui dari rekaman CCTV, masuk loket parkir bandara pada Sabtu (20/6) pukul 16.00 WIB.

Kendaraan dinas level jabatan sekretaris di lingkungan instansi Pemkab Bangkalan itu, kini dalam pangamanan Posek Sedati, Polres Sidoarjo sebagai barang bukti.

“Mobil dinas itu sekarang masih di Juanda untuk barang bukti. Setelah nanti ada informasi dari pihak kepolisian, kami akan berkomunikkasi untuk mengambil mobil tersebut,” ungkap Roniyun, dikutip Sabtu (27/6).

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya menduga perempuan berusia 50 tahun ini dibunuh di lokasi lain di luar Bandara Juanda, Sidoarjo.

Hal itu berdasarkan rekaman CCTV, mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP itu masuk ke area bandara pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.00 WIB dengan dikemudikan oleh seorang pria bermasker.

“Kami memiliki dugaan peristiwa penghilangan nyawa terjadi di luar bandara. Kami tidak ingin mendahului penyidik dari kepolisian,” kata Risang.

Karena itu, Risang menduga lokasi ditemukannya jenazah RYS di dalam mobil dinas pada Rabu (24/6), bukan merupakan lokasi terjadinya peristiwa yang menyebabkan RYS meninggal.

“Dugaan kami, saat masuk ke bandara, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Waktu masuk ke bandara, yang mengendarai bukan korban, melainkan seorang pria bermasker dan menggunakan kacamata,” tuturnya.

Dugaan itu diperkuat fakta sebelum ditemukan tewas, Ruly sempat terdeteksi berada di Kota Batu.

Saat itu, Ruly sempat meminta dokumen keluarga untuk difoto dan dikirimkan kepadanya.

“Sempat meminta beberapa dokumen kepada keluarga untuk difoto dan dikirim, seperti Kartu Keluarga, untuk keperluan tertentu,” kata Risang, Jumat (26/6).

Hanya saja, keperluannya apa, Risang tidak bisa mengungkapkan.

Sementara itu, Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian RYS yang ditemukan di dalam mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono mengatakan, kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan berbagai data pendukung dan memeriksa sejumlah saksi.

“Kami dari pihak kepolisian, khususnya Polresta Sidoarjo, masih terus melakukan pendalaman, mengumpulkan data-data, dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” pungkas Tri.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *