Ilustrasi petani sawit (Foto: Istimewa)

Beranda / Ekonomi / Escrow Masuk Kebun Sawit Uji Transparansi Petani

Escrow Masuk Kebun Sawit Uji Transparansi Petani

PravadaNews – Petani sawit rakyat menghadapi dilema kemitraan di tengah kebutuhan pasar, modal, dan tata kelola kebun. Jaminan pembelian hasil panen memberi kepastian, tetapi kontrol keuangan ikut menguji kemandirian petani.

Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PTPN IV PalmCo) menawarkan kemitraan berbasis single management untuk memperbaiki produktivitas sawit rakyat. Skema ini menempatkan perusahaan sebagai pendamping teknis sekaligus pembeli tandan buah segar (TBS) petani.

Lebih lanjut, Kepala Divisi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Plasma PTPN IV PalmCo, Abdul Muthalib, menekankan pentingnya rekening escrow.

“Walaupun itu uangnya petani, penggunaannya hanya bisa dalam rencana kerja yang sudah ditetapkan di awal tahun,” ujar Abdul, dikutip Sabtu (27/6/2026).

Adapun rekening terkendali dipakai untuk membatasi penggunaan dana sesuai rencana kerja bersama. Mekanisme ini diarahkan agar Koperasi Unit Desa (KUD) dan lembaga pekebun bekerja lebih transparan.

Disisi lain, jaminan pasar sebagaimana PTPN IV PalmCo akan melakukan off taker menuntut petani mengikuti standar teknis perusahaan. Bibit bersertifikat, pemupukan sesuai dosis, perawatan kebun, dan panen matang menjadi syarat peningkatan rendemen.

Lebih jauh, Abdul menilai mutu TBS menjadi dasar penting dalam penentuan harga. “Kalau TBS-nya mutunya bagus, pasti harganya tinggi,” ujar Abdul.

Sementara itu, Perwakilan Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, melihat kemitraan perlu menjaga ruang tawar petani. Darto menilai transparansi tidak cukup berhenti pada rekening, tetapi harus masuk ke kontrak, biaya, dan keputusan kebun.

Dengan demikian, Darto mengingatkan kemitraan dapat memperkuat petani jika koperasi tetap menjadi pengambil keputusan utama.

“Petani tidak boleh hanya menerima paket kemitraan; petani harus ikut menentukan syarat, biaya, dan arah pengelolaan kebunnya,” ujar Darto.

Seperti diketahui, escrow di kebun sawit menjadi ujian bagi arah kebijakan kemitraan rakyat. Transparansi dapat memperkuat petani, selama mekanismenya tidak berubah menjadi ketergantungan baru.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *