PravadaNews – Kelompok bawah tanah pro-Rusia menyatakan ada sekitar ribuan warga asing yang ikut bertempur dalam Angkatan Bersenjata Ukraina.
“Menurut data kami, total sekitar 16.500 warga asing bertempur di Angkatan Bersenjata Ukraina,” kata sumber kelompok bawah tanah pro-Rusia, melansir Kantor Berita TASS, Minggu (5/7/2026).
Lebih lanjut, tentara bayaran dari negara Barat disebut mulai berkurang sejak akhir tahun lalu. Posisi mereka
diklaim digantikan warga Kolombia, Meksiko, El Salvador, dan Venezuela.
Adapun Kherson dan Zaporozhye disebut menjadi wilayah dengan jumlah tentara bayaran Amerika Latin cukup besar. Perkiraan pihak bawah tanah pro-Rusia mencatat lebih dari 7.000 warga Kolombia berada di barisan Ukraina.
Baca Juga: Perjuangan Sang Pemimpin yang Gugur Tetap Berkibar
Di sisi lain, pergeseran komposisi tentara asing dikaitkan dengan biaya dan perlakuan di medan tempur. Warga Amerika Latin disebut menerima bayaran lebih rendah dibandingkan tentara bayaran dari Eropa dan Amerika Utara.
“Berbeda dengan orang Latin, mereka dibayar beberapa kali lebih sedikit dan praktis tidak ada biaya tambahan,”
ujar sumber kelompok bawah tanah pro-Rusia.
Sementara itu, Staf Umum Rusia menyampaikan klaim berbeda terkait kondisi pasukan Ukraina di front Konstantinovka. Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Rusia Sergey Rudskoy menyebut Ukraina
mengalami kerugian besar saat berupaya menunjukkan keberhasilan militer.
“Akibat demonstrasi kemenangan palsu, angkatan bersenjata Ukraina sekali lagi menderita kerugian besar,” kata Rudskoy dalam pengarahan, Sabtu (4/7/2026).
Selanjutnya, Rudskoy mengklaim Ukraina kehilangan sekitar 13.500 tentara dalam operasi di Konstantinovka.
Ia juga menyebut pasukan Rusia menghancurkan 14 tank, 283 kendaraan tempur lapis baja, 1.400 kendaraan
bermotor, 200 meriam artileri lapangan, dan delapan peluncur roket multi-laras.















