Ketua Komisi E Muhammad Subki. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

Beranda / Daerah / Tambah Anggaran untuk Turunkan Angka Stunting

Tambah Anggaran untuk Turunkan Angka Stunting

PravadaNews – Penurunan angka stunting masih menjadi pekerjaan rumah “PR” yang perlu diselesaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta.

Salah satu upaya menurunkan angka stunting di Jakarta yakni dengan menambah anggaran untuk Dinkes Provinsi DKI Jakarta.

Komisi E DPRD DKI Jakarta mengharapkan, penambahan anggaran itu dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan peningkatan layanan kesehatan dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan DKI Jakarta Tahun 2026.

Ketua Komisi E Muhammad Subki mengatakan, telah meminta Dinkes memperhatikan alokasi anggaran program penanganan stunting supaya makin optimal.

“Kita tadi sudah minta ke Dinas Kesehatan terkait penambahan anggaran untuk program stunting ini,” ujar Subki, dikutip Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: Penanganan Stunting Butuh Keterlibatan Semua Pihak

Menurutnya, upaya penurunan stunting tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Berbagai institusi, termasuk perusahaan BUMN, BUMD, hingga komunitas, juga memiliki program serupa sehingga diperlukan koordinasi yang lebih terintegrasi.

“Kita minta Biro Kesos mengkoordinasikan itu semua supaya dana-dana yang disalurkan itu terarah,” kata Subki.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Chicha Koewoyo mengatakan, stunting bukan disebabkan faktor keturunan. Melainkan kondisi gizi pada kehidupan awal hingga dewasa.

Oleh karena itu, perlu edukasi secara intensif dan menyeeluruh pada lapisan masyarakat mengenai stunting. Termasuk bagi generasi muda atau remaja. “Remaja harus memahami cara mencegahnya sejak dini,” ujar Chicha dikutip Jumat lalu.

Bendahara Fraksi PDI Perjuangan itu menilai, remaja memiliki penting dalam menjaga kesehatan. “Remaja harus menjadi pelaku utama perubahan bagi dirinya sendiri,” ujar Chicha.

Mengacu pada peluncuran buku Cegah Stunting Sebelum Genting: Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting, persoalan gizi remaja masih memerlukan perhatian serius.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2021, sebanyak 32 persen remaja mengalami anemia. Sedangkan 25,7 persen remaja usia 13-15 tahun berstatus pendek dan sangat pendek.

Menurut Chicha, persoalan itu tidak bisa menjadi beban satu pihak. Selain perilaku remaja yang perlu perbaikan, perlu penguatan akses terhadap layanan kesehatan dan edukasi.

“Penanganan stunting harus melibatkan remaja sebagai bagian dari solusinya,” ucap Chicha.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *