Serangan IRGC Rusak Pangkalan AS di Yordania. (Foto: Dok. Kantor Berita IRNA)

Beranda / Mancanegara / Serangan IRGC Rusak Pangkalan AS di Yordania

Serangan IRGC Rusak Pangkalan AS di Yordania

PravadaNews – IRGC mengumumkan telah menyerang instalasi militer Amerika di pangkalan udara King Faisal dan Prince Hassan di Yordania dalam Gelombang ke-25 Operasi Nasr 2.

Serangan ini menghancurkan delapan pesawat nirawak (drone) MQ-9 yang masih baru, menyebabkan kerusakan parah pada dua unit lainnya, melumpuhkan dua helikopter berat Amerika, serta menewaskan dan melukai sejumlah personel militer AS yang jumlahnya tidak disebutkan secara rinci.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (22/7/2026), IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan dengan sandi “Ya Hassan Ibn Ali (AS)” dan didedikasikan untuk para syuhada dari sekolah Shajareh Tayyebah di Minab.

“Para pejuang pemberani dari Angkatan Kedirgantaraan IRGC, dengan bertawakal kepada Tuhan Yang Mahakuasa, sekali lagi menyerang pangkalan-pangkalan Amerika di Yordania,” demikian bunyi pernyataan tersebut melansir dari Kantor Berita IRNA, dikutip Kamis (23/7/2026).

Pada tahap awal serangan balasan, IRGC menyebutkan bahwa serangan rudal dan drone terhadap pangkalan King Faisal dan Prince Hassan menyasar hanggar persiapan pesawat F-15.

Serangan lanjutan terhadap hanggar persiapan drone “menghancurkan sepenuhnya delapan drone MQ-9 baru yang masih dalam kemasan sebelum dirakit,” sementara dua unit lainnya di lokasi tersebut mengalami kerusakan parah, tambah IRGC.

“Dalam serangan berikutnya terhadap hanggar penyimpanan helikopter, kerusakan berat ditimbulkan pada dua helikopter berat Amerika,” ungkap pernyataan itu.

“Dalam serangan terhadap fasilitas akomodasi pasukan, sejumlah personel pasukan agresor tewas dan terluka,” tambah pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa “agresi Amerika dalam beberapa malam terakhir dilakukan dengan dalih pembalasan atas ledakan yang menimpa kapal-kapal pelanggar,” bunyi pernyataan itu.

Pernyataan itu menambahkan bahwa pada malam sebelumnya, “meskipun ada upaya provokasi dari awak kapal, tidak ada satu pun kapal yang berani mencoba melintasi jalur selatan selat yang ilegal itu, dan tentu saja tidak terjadi ledakan apa pun.”

“Namun, tentara Amerika yang gemar membunuh anak-anak tidak meninggalkan sifat agresifnya dan mengulangi serangan udara serta rudal terhadap sejumlah pusat militer dan sipil kami,” lanjut pernyataan itu, “dan kini mereka menerima balasan yang telak.”

“Operasi penghukuman terhadap pihak agresor terus berlanjut,” tegas IRGC, “karena jika agresor tidak dihukum dan tidak menanggung akibat berat atas pelanggaran janji serta pengabaian kesepakatan, mereka akan beranggapan bahwa mereka bisa memulai kembali perang kapan pun mereka mau, dan mengakhirinya kapan pun mereka berada di bawah tekanan; hal ini akan mengulang siklus perang, negosiasi, dan perang lagi, sehingga bayang-bayang perang terus menghantui kita secara permanen.”

“Satu-satunya cara untuk memulihkan daya gentar dan mewujudkan keamanan yang langgeng adalah dengan melaksanakan perintah Al-Qur’an: ‘Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (kekacauan/penindasan),'” bunyi pernyataan tersebut.

IRGC mengingatkan bahwa “tidak ada cara untuk melenyapkan bayang-bayang perang dari negara ini secara permanen selain melalui keteguhan sikap dan dengan membebankan konsekuensi berat kepada pihak agresor.”

“Jika balasan-balasan ini belum cukup dan agresi terus berlanjut, kami siap melancarkan operasi yang akan membuat mereka menyesal, yang kemudian akan diikuti dengan pengumuman masa berkabung nasional di AS,” demikian peringatan lebih lanjut dari mereka.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *