PravadaNews – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan, Iran dan Oman sedang menyusun pernyataan bersama terkait pelayaran aman di Selat Hormuz.
Melansir dari Kantor Berita IRNA, Kamis (6/8/2026), Juru Bicara Baqaei mengatakan, Iran dan Oman, sebagai dua negara pesisir, telah menyepakati koordinat geografis untuk rute navigasi di Selat Hormuz.
Baqaei mencatat bahwa Teheran dan Muskat telah melakukan pembicaraan selama dua bulan untuk menetapkan rute pelayaran komersial yang aman melalui Hormuz.
Di mana otoritas terkait di Iran sedang meninjau aspek teknis, hukum, keamanan, dan lingkungan dari usulan tersebut.
Mengenai kesepahaman bilateral Iran-Oman, Baqaei mengatakan bahwa hal itu saja tidak akan menjamin navigasi yang aman melalui jalur air strategis tersebut.
Baqaei beralasan bahwa situasi keamanan masih terkait dengan blokade AS yang sedang berlangsung, serta tindakan agresif dan mengancam lainnya terhadap Iran dan kepentingan-kepentingannya.
Baqaei juga menyinggung konsekuensi berbahaya dari tindakan AS bagi kawasan secara keseluruhan, seraya menegaskan kembali bahwa penutupan Selat Hormuz terjadi akibat agresi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran.















