Kebakaran di gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. (Foto: tangkapan layar YouTube)

Beranda / Nasional / Lantai 11 Diduga Jadi Titik Awal Kebakaran di Bapenda

Lantai 11 Diduga Jadi Titik Awal Kebakaran di Bapenda

PravadaNews – Kepulan asap tebal membubung dari gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, ketika kobaran api tiba-tiba melahap bagian gedung yang tengah menjalani proses renovasi.

Kebakaran hebat tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi, terlebih karena titik api diduga pertama kali muncul dari lantai 11 bangunan.

Situasi ini membuat petugas pemadam kebakaran harus bergerak cepat untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke bagian gedung lainnya maupun bangunan di sekitar kawasan pusat pemerintahan tersebut.

Kebakaran yang terjadi di salah satu gedung pemerintahan di jantung Ibu Kota itu kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan dan pengawasan selama proses renovasi bangunan.

Area konstruksi memiliki berbagai potensi risiko, mulai dari penggunaan peralatan kerja hingga material yang mudah terbakar, sehingga setiap pekerjaan membutuhkan standar keamanan yang ketat.

Di tengah kepulan asap dan aktivitas petugas di lokasi, upaya pemadaman menjadi prioritas untuk memastikan api segera dapat dikendalikan sekaligus mencegah jatuhnya korban maupun kerugian yang lebih besar.

Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan sumber api benar-benar padam dan kondisi gedung aman.

Sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Dugaan awal api berasal dari lantai 11 gedung yang sedang direnovasi menjadi salah satu informasi yang akan ditelusuri untuk mengetahui bagaimana kebakaran bermula dan apakah terdapat faktor kelalaian maupun gangguan teknis yang memicu munculnya api.

“Tadi ada yang menyampaikan berawal dari lantai 11. Di lantai 11 itu sedang melakukan renovasi,” kata Kapolres Metro Jakpus, Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).

Untuk memastikan penyebab kebakaran gedung Bapenda DKI, polisi menerjunkan Puslabfor Bareskrim Polri. Tim Puslabfor dapat menelusuri sumber api yang menyebabkan kebakaran hebat tersebut.

“Namun untuk memastikan sumber api tentunya nanti baik dari saksi-saksi dan Puslabfor. Pusat Laboratorium Forensik Polri yang akan turun dan dapat menentukan sumber titik api dan penyebab api tersebut,” ujar Reynold.

Sebelumnya, Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta mengatakan, mendapat laporan kebakaran sejak Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 21:30 WIB. Kemudian lokasi kebakaran sudah didinginkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 dini hari.

“Alhamdulillah kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tak ada perambatan kembali. Saat ini teman-teman (Damkar) masih menyisir sekarang, sudah berada di lantai 12,” ujar Kepala Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara.

Bayu mengatakan, petugas damkar mengerahkan 30 unit mobil pemadam kebakaran dan 180 personel damkar. Tiga mobil pemadam yang diturunkan termasuk Bronto Skylift.

“Terkait pemadaman kami berupaya secepat mungkin se-efektif mungkin untuk melakukan pemadaman. Terkait materal yang terbakar itu yang menjadi salah satu penyebab kebakaran sedikit agak lama,” ucap Bayu.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *