PravadaNews – Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran bertekad untuk melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan rezim Israel di kawasan tersebut hingga musuh-musuh mereka kalah total dan tuntutan rakyat Iran terpenuhi.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Minggu untuk memperingati kembalinya para tawanan perang Iran pasca-Perang Iran-Irak (1980–1988), Staf Umum memberikan penghormatan kepada para mantan tawanan dan veteran konflik tersebut, serta menyebut pengalaman mereka sebagai simbol perlawanan, kemandirian, dan ketahanan nasional.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa warisan perang delapan tahun itu telah diwariskan kepada generasi muda, yang menurut Staf Umum, terus menjunjung tinggi prinsip-prinsip perlawanan dalam menghadapi kekuatan militer AS.
Pernyataan itu juga menyinggung dukungan publik yang terus mengalir selama lebih dari 160 hari berturut-turut bagi Angkatan Bersenjata Iran, serta seruan untuk melakukan pembalasan atas pembunuhan mantan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Staf Umum menyatakan bahwa pengalaman perlawanan masa perang negara tersebut tetap menjadi sumber tekad nasional dan sikap menentang tekanan asing.
Pernyataan tersebut ditutup dengan memberikan apresiasi kepada rakyat Iran atas keteguhan dan kesabaran mereka, sembari menegaskan kembali komitmen Angkatan Bersenjata untuk tidak mundur dari tuntutan sah masyarakat maupun pimpinan negara.















