PravadaNews – Di tengah upaya masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) bangkit dari guncangan gempa bumi, kebutuhan akan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama.
Kerusakan fasilitas kesehatan dan gangguan pelayanan dapat menjadi persoalan baru bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis, terutama di wilayah yang masih merasakan dampak bencana.
Karena itu, memastikan rumah sakit dan puskesmas kembali berfungsi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascagempa.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak mempercepat pemulihan layanan kesehatan di sejumlah wilayah terdampak gempa NTT.
Upaya tersebut difokuskan pada rumah sakit dan puskesmas yang mengalami dampak bencana, sehingga pelayanan medis bagi masyarakat tetap dapat berjalan dan kebutuhan kesehatan warga tidak terabaikan di tengah proses pemulihan.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemulihan fungsi rumah sakit menjadi prioritas utama. Kemenkes menargetkan seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam satu minggu.
“Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, pemulihan rumah sakit difokuskan pada layanan esensial, terutama operasi trauma, pelayanan ibu dan anak, serta hemodialisa. Laporan situasi per 15 Agustus mencatat gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.
Wilayah terdampak meliputi Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur. Dua fasilitas kesehatan yang mendapat perhatian khusus adalah RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng.
“Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut,” ujar Budi.
Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kementerian Kesehatan mengirimkan satu set Rumah Sakit Mobil pada Senin (17/8). Fasilitas tersebut dilengkapi ruang operasi untuk mendukung pelayanan medis dasar dan penanganan ke gawat darurat an.
Untuk memperkuat sistem rujukan, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. RSUD Borong sebelumnya masuk Program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam, sedangkan RSUD Komodo memiliki target rujukan empat jam.
“Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas rusak akibat gempa dapat kembali beroperasi maksimal dalam waktu dua minggu. Pelayanan dasar ibu hamil, persalinan, dan imunisasi menjadi prioritas utama selama proses pemulihan layanan kesehatan,” kata Menkes Budi.















