PravadaNews – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi menyatakan, Amerika Serikat (AS) sedang berupaya memberikan tekanan terhadap Iran dengan perang ekonomi.
Gharibabadi memandang ancaman tersebut sebagai akibat lain dari kesalahan perhitungan berulang Washington serta upaya untuk menutupi kegagalan-kegagalan sebelumnya.
Dalam sebuah unggahan di akun X miliknya, Gharibabadi menuliskan bahwa pendekatan militer AS tidak membuahkan hasil, dan menyebut bahwa Washington kini menyajikan kegagalan berikutnya dengan label perang ekonomi.
Gharibabadi menambahkan, masalah utamanya terletak pada kesalahan perhitungan berulang Washington, melansir Kantor Berita IRNA, Minggu (23/8/2026).
Gharibabadi mencatat bahwa para pejabat AS mengklaim Iran berada di ambang kehancuran, namun pada saat yang sama, mereka justru meminta dukungan dari sekutu-sekutu mereka.
Gharibabadi menegaskan, pernyataan terbaru Presiden Donald Trump—yang menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang meluncurkan operasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran serta memperingatkan negara dan lembaga yang membantu Iran akan adanya konsekuensi berat—mencerminkan pola yang sama tersebut.















