PravadaNews — Kembalinya aktivitas wisata Gunung Bromo setelah penanganan kebakaran hutan dan lahan kembali membuka kesempatan wisatawan menikmati panorama kawasan tersebut. Namun, kondisi musim kemarau membuat pengunjung tetap perlu memperhatikan aturan disana.
Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan sejak Kamis (20/8/2026) pukul 00.01 WIB setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan pemantauan dan evaluasi kawasan pascakebakaran.
Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengingatkan wisatawan untuk tetap waspada selama berkunjung karena musim kemarau masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Pengunjung diminta mengikuti arahan petugas serta menghindari aktivitas yang dapat menjadi sumber api.
“Bromo sudah kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo. Jangan sampai kelalaian kita justru merusak alam yang menjadi alasan jutaan orang datang dan mengagumi kawasan ini,” kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resminya, Senin (24/8).
Selain tidak membuat perapian dan membuang puntung rokok sembarangan, wisatawan juga diminta menjaga kebersihan kawasan selama berada di Bromo.
Widiyanti menilai, perilaku pengunjung menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan destinasi wisata alam itu.
Sebelum melakukan perjalanan, wisatawan juga diimbau memastikan informasi terbaru terkait kondisi kawasan dan ketentuan kunjungan. Pemerintah menetapkan kuota kunjungan Bromo sebanyak 2.752 wisatawan per hari serta mengarahkan pembelian tiket melalui kanal resmi.
Adapun balai besar TNBTS menjadi pihak yang melakukan evaluasi kondisi kawasan sebelum pembukaan kembali wisata Bromo. Proses tersebut dilakukan setelah penanganan kebakaran, pendinginan, penyisiran, dan pemantauan kawasan selesai dilakukan.
Pembukaan kembali Bromo dilakukan setelah operasi terpadu penanganan kebakaran berlangsung selama 13 hari. Evaluasi ini menjadi dasar pengelola sebelum kawasan kembali menerima kunjungan masyarakat.
Kawasan Bromo tidak hanya menjadi destinasi wisata, tapi juga bagian dari lingkungan dan ruang hidup masyarakat Tengger, Jawa Timur. Karena itu, aktivitas wisata perlu berjalan dengan tetap memperhatikan kondisi alam sekitar.
Dengan kembali dibukanya Bromo, wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman selama mengikuti aturan yang berlaku. Kepatuhan pengunjung menjadi langkah penting agar kawasan tetap aman dan dapat dinikmati dalam jangka panjang.














