PravadaNews – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menekankan perlunya keadilan, persatuan nasional, dan upaya mengatasi masalah ekonomi.
Pezeshkian memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel berupaya memanfaatkan perpecahan internal negara Iran.
Saat berbicara dalam sebuah upacara penghormatan bagi keluarga para syuhada yang gugur dalam pengabdian kepada negara di Teheran pada Senin (24/8), melansir dari Kantor Berita IRNA, Pezeshkian memberikan penghormatan kepada para syuhada.
Pezeshkian juga menyebut pembunuhan terhadap para pejabat, komandan, dan ilmuwan Iran sebagai contoh standar ganda dari pihak-pihak yang mengaku sebagai pembela hak asasi manusia dan demokrasi.
Pezeshkian menyatakan bahwa tata kelola pemerintahan menuntut ketakwaan, keadilan, sikap imparsial, dan penghindaran kepentingan pribadi.
Pezeshkian menegaskan bahwa para pejabat harus melayani seluruh masyarakat secara adil, tanpa memandang latar belakang politik, agama, etnis, maupun gender.
Presiden menyebut penanganan masalah ekonomi dan kesejahteraan hidup sebagai prioritas pemerintah, serta menyerukan persatuan dan kohesi nasional demi memperbaiki kondisi negara.













