PravadaNews – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan dari hulu hingga ke lapangan.
Di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk tidak hanya bergerak ketika api muncul, tetapi memperkuat upaya antisipasi agar karhutla dapat dicegah sejak awal.
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memperluas edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah pusat akan menyiapkan sekitar 1.000 perwira TNI dan Polri yang nantinya diturunkan bersama jajaran pemerintah daerah, sehingga pencegahan karhutla dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan menyentuh langsung masyarakat di lapangan.
“Jadi kami di pusat, terutama TNI, juga Polri, menyiapkan seribu perwira untuk diturunkan untuk membantu sosialisasi dan edukasi,” ujar Prabowo dikutip, Selasa (25/8/2026).
Pembagian personel tersebut akan dilakukan bersama seluruh petugas dan pejabat yang berada di wilayah Sumatra Selatan. Langkah ini diharapkan memperkuat koordinasi di lapangan sekaligus memastikan upaya pencegahan karhutla berjalan secara terpadu.
“Maksud saya biar dari pusat ikut ada rasa keterlibatan karena masalah kebakaran hutan ini adalah masalah seluruh bangsa, seluruh negara, hutan itu adalah sumber kehidupan kita,” ujar Kepala Negara.
Kepala Negara meminta setiap titik yang teridentifikasi segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Selain itu, Presiden Prabowo menyebut kecepatan dalam merespons titik panas merupakan bagian penting dari strategi pengendalian karhutla.
“Kalau hutan terbakar, seluruh rakyat yang akan kena, pernafasan, dan sebagainya. Ini bencana yang sangat berbahaya. Walaupun memang kita lihat bahwa dibandingkan dengan beberapa tahun sebelum ini, saya perhatikan tahun ini jauh di bawah. Walaupun seperti itu, kita waspada karena memang ramalan El Nino tahun ini, El Nino yang cukup berat,” imbuh Kepala Negara.
Dalam jangka panjang, Presiden Prabowo mendorong pemerintah memanfaatkan tantangan di wilayah gambut sebagai peluang untuk mengembangkan solusi yang lebih inovatif.
Salah satunya dengan memperbanyak sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut yang produktif.
“Kita juga beberapa yang kita anggap sebagai rintangan, sesungguhnya juga bisa menjadi peluang. Gambut ini ternyata tidak terlalu sulit untuk membor, mencari air. Saya kira ini, makanya saya bilang peluang. Kedua juga untuk antisipasi ke depan, mungkin BRIN dikerahkan, bagaimana kita bisa sekarang terus menambah embung-embung, kanal-kanal di daerah gambut yang produktif. Apakah bisa embung-embung itu memelihara ikan-ikan tertentu dan sebagainya,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatra Selatan dan seluruh unsur yang telah bekerja keras menangani karhutla.
Kepala Negara juga meminta persoalan asap menjadi perhatian selanjutnya dan memastikan pemerintah akan terus memantau perkembangan karhutla di Sumatra Selatan.
“Forkopimda Sumatra Selatan, dengan seluruh unsur pimpinannya saya ucapkan terima kasih kerja keras saudara, sehingga bisa mitigasi, tapi memang masalah asap nanti kita pikirkan,” pungkas Kepala Negara.














