Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: Kemenag)

Beranda / Nasional / Menag: Akhlak Fondasi Peradaban

Menag: Akhlak Fondasi Peradaban

PravadaNews – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali meneladani nilai-nilai yang diwariskan dalam kehidupan.

Di tengah tantangan membangun masyarakat yang semakin kompleks, akhlak menjadi salah satu fondasi penting yang kembali diingatkan sebagai dasar dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, Rasulullah SAW mengawali dakwah dengan membangun akhlak manusia, sebelum membawa perubahan yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat dan peradaban.

“Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh, maka ilmu pengetahuan akan membawa manfaat,” ujar Menag saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi, dikutip Selasa (25/8/2026).

Menag mengatakan, transformasi yang dibawa Rasulullah SAW tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga peradaban manusia.

Transformasi tersebut berakar pada tauhid, ilmu pengetahuan, keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Nasaruddin mengutip sabda Rasulullah SAW; Innamā bu’itstu li utammima makārimal akhlāq, yang bermakna menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Menurut Nasaruddin, pesan tersebut menjadi kunci memahami perubahan besar yang dibawa Rasulullah SAW dalam sejarah peradaban.

Nasaruddin mengatakan, masa jahiliah ditandai kemerosotan nilai kemanusiaan, termasuk penindasan terhadap kelompok lemah.

Kini, ilmu pengetahuan berkembang pesat dan kehidupan manusia mengalami lompatan peradaban yang besar.

Namun, kemajuan tersebut harus dirawat dengan nilai kemanusiaan agar memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.

“Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam dan mendedikasikan hidupnya membebaskan manusia dari kejahilan,” kata Nasaruddin.

Untuk itu Menag mengajak umat Islam memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak dan ajarannya.

Nasaruddin berharap momentum Maulid Nabi menjadi pengingat untuk menghadirkan nilai kasih sayang dan kemanusiaan dalam kehidupan.

“Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya, dan menghidupkan ajarannya. Semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” ujar Nasaruddin.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *