Beranda / Infotaiment / Dimas Anggara Jajal Sutradai Film Horror

Dimas Anggara Jajal Sutradai Film Horror

PravadaNews – Ketika teknologi semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, Dimas Anggara mencoba mengangkat sisi lain hubungan manusia dengan dunia digital melalui film horor Aplikasi Iblis.

Film Aplikasi Iblis menjadi langkah baru Dimas Anggara sebagai sutradara horor setelah sebelumnya menggarap film #OOTD.

Aplikasi Iblis membawa genre urban supernatural horror dengan cerita tentang Arya, diperankan Junior Roberts, yang berusaha kembali terhubung dengan kekasihnya Laras melalui aplikasi misterius setelah meninggal dunia. Namun, hubungan itu justru membuka teror dari sesuatu yang tidak diketahui.

Melalui film tersebut Dimas menggabungkan teknologi digital dengan kisah kehilangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Film Aplikasi Iblis akan mengikuti kisah Arya. Dia baru saja kehilangan kekasihnya, dan masih sangat rindu dan percaya orang yang telah pergi bisa kembali,” ujar Dimas dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/8/2026). 

Dimas menjelaskan, cerita Arya dan Laras tidak hanya berfokus pada unsur horor, tapi juga membawa elemen drama romantis yang menggambarkan keinginan manusia untuk tetap terhubung dengan orang terdekat.

“Di film ini, saya menggabungkan unsur drama romance tapi juga teror horor yang mungkin sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini,” lanjut Sutradara itu.

Adapun film produksi NIH Pictures tersebut turut dibintangi Dosma Hazenbosch, Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, serta Della Dartyan.

Selain menghadirkan cerita horor berbasis teknologi, film ini juga hadir di tengah upaya pemerintah memperkuat industri perfilman nasional sebagai bagian dari ekonomi kreatif. 

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyebut, penguatan industri film membutuhkan kebijakan yang mampu mendukung keberlanjutan pelaku kreatif. 

“Kementerian Ekraf ingin ekosistem perfilman Indonesia semakin besar, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Riefky, Kamis (23/7). 

Menurutnya, pengembangan perfilman juga membutuhkan dukungan data industri agar kebijakan yang dibuat dapat menjawab kebutuhan pelaku kreatif. Langkah itu dilakukan untuk membuka peluang investasi dan memperkuat daya saing film Indonesia.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *