PravadaNews – Di tengah upaya pemerintah menghadirkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Nahdlatul Ulama (NU) melihat pentingnya memperkuat jembatan kerja sama dengan pemerintah.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menilai sinergi tersebut menjadi kunci agar program-program pemerintah tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Tidak ada jalan lain bahwa jam’iyah ini, organisasi ini. Harus bekerja sama dengan pemerintah,” ujar Gus Yahya dikutip Jumat (28/8/2026).
Gus Yahya mengatakan, NU memiliki basis warga yang sangat besar sehingga tanggung jawab organisasi juga semakin besar.
Gus Yahya menyebut berdasarkan suatu survei, warga NU mencapai sekitar 57 persen dari keseluruhan penduduk muslim Indonesia.
Dengan jumlah penduduk muslim sekitar 244 juta orang, Gus Yahya memperkirakan warga NU mencapai lebih dari 120 juta orang.
Besarnya jumlah tersebut, kata Gus Yahya, membuat NU perlu meningkatkan kapasitas organisasi agar manfaat keberadaannya dapat dirasakan masyarakat.
“Ini adalah konstituensi yang sangat besar. Sekaligus tanggung jawab yang luar biasa besar,” ujar Gus Yahya.
Gus Yahya menegaskan, NU tidak hanya perlu bekerja sama dengan pemerintah, tetapi juga mengambil peran dalam memastikan program itu sampai kepada masyarakat. NU, kata dia, dapat menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan warga di lapangan.
“Nahdlatul Ulama harus mampu menjadi penyangga yang menyumbang kelancaran penghantaran berbagai macam agenda dan program pemerintah. Untuk kemaslahatan rakyat, agar sungguh-sungguh sampai kepada rakyat,” ujar Gus Yahya.
Karena itu, Gus Yahya mengatakan, salah satu prinsip penting NU ke depan adalah mengoordinasikan berbagai ikhtiar organisasi. Tentunya dengan pelaksanaan agenda dan program pemerintah.
“Maka jelas ke depan, di antara prinsip penting dari jam’iyah adalah bagaimana kami mampu mengoordinasikan berbagai macam ikhtiar. Dengan pelaksanaan agenda-agenda dan program-program pemerintah,” katanya.
Gus Yahya mendorong peningkatan kinerja dan kapasitas NU agar organisasi tersebut dapat menjalankan peran tersebut secara lebih efektif. Dengan kapasitas yang lebih kuat, NU diharapkan mampu membantu membawa manfaat program pemerintah kepada masyarakat.
Gus Yahya mengatakan, NU memiliki tanggung jawab memperkuat kehidupan masyarakat melalui semangat saling tolong-menolong atau ta’awun. Menurutnya, prinsip tersebut perlu diterapkan bersama seluruh elemen bangsa, tidak terbatas pada warga NU.
“Sangat tepat momentum Muktamar ini kita jadikan titik tolak untuk ke depan berupaya memperkuat bangsa yang kita cintai ini. Dengan ta’awun tolong-menolong di antara warga, bukan hanya warga Nahdlatul Ulama saja, tapi bersama segenap warga bangsa yang kita cintai ini,” ujar Gus Yahya.














