Menteri Perdagangan, Budi Santoso. (Foto: Dok. Kementerian Perdagangan) 

Beranda / Ekonomi / Bagaimana Nasib UMKM di Harbolnas?

Bagaimana Nasib UMKM di Harbolnas?

PravadaNews – Pemerintah terus memperluas keikutsertaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Besarnya transaksi belanja daring membuka peluang baru bagi produk dalam negeri, tapi persaingan di platform digital membuat UMKM harus bekerja keras.

Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun atau meningkat 17% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp31,2 triliun. 

Produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun atau sekitar 45% dengan kategori utama fesyen dan pakaian olahraga, perawatan diri, serta makanan dan minuman.

Dalam hal ini, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut, momentum belanja daring dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.

“Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum belanja daring seperti ini,” kata Budi dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/8/2026).

Budi menjelaskan, keterlibatan UMKM dalam Harbolnas tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan transaksi, tapi juga memperkuat kemampuan usaha dalam memanfaatkan perdagangan melalui sistem elektronik.

Upaya tersebut juga didukung melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang mengatur perkembangan model bisnis perdagangan digital.

Sejalan dengan kebijakan itu, Government Relations Officer Shopee Indonesia Dona Tamara mengatakan, platform digital turut membuka akses bagi UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen.

“Shopee menyediakan ruang bagi para UMKM untuk menjual produk melalui kampanye dari Shopee, salah satunya melalui Shopee Pilih Lokal,” ujar Dona.

Dona menyampaikan, dukungan terhadap UMKM dilakukan melalui kampanye produk lokal dan pemanfaatan fitur perdagangan digital agar produk lebih mudah ditemukan pembeli.

Adapun kolaborasi pemerintah dan platform digital menjadi salah satu langkah memperkuat posisi UMKM dalam persaingan pasar daring yang semakin berkembang.

Dengan kontribusi produk lokal yang mencapai hampir separuh transaksi Harbolnas 2025, tantangan berikutnya yakni menjaga keberlanjutan pasar UMKM setelah momentum belanja nasional tersebut berakhir.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *