PravadaNews – Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) meminta investasi industri baru di kawasani Karawang dan Bekasi, Jawa Barat, dibatasi. Permintaan tersebut muncul lantaran untuk mendorong pemerataan investasi ke daerah lain sekaligus mengurangi ketergantungan investor terhadap daerah yang menawarkan upah minimum lebih rendah.
Presiden KSPN, Ristadi mengatakan, investasi baru justru lebih baik diarahkan ke sejumlah wilayah yang tingkat industrialisasinya masih dapat dikembangkan, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat bagian timur, hingga Jawa Barat bagian selatan.
Menurut Ristadi, kawasan industri seperti Karawang dan Bekasi saat ini sudah sangat padat. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam mengatur persebaran investasi industri ke daerah lain.
“Karawang dan Bekasi sudah stuck atau sudah full gitulah, geser ke sana. Karena upahnya juga akan sama. Paling caranya begitu,” kata Rustadi.
Adapun usulan tersebut memiliki keterkaitan dengan kesenjangan upah minimum antardaerah. Pasalnya, daerah dengan upah minimum rendah mendapatkan persentase sama namun hasil kenaikan justru lebih tinggi dibandingkan daerah yang upahnya sudah tinggi.
KSPN menilai pemerataan investasi seharusnya tidak dilakukan dengan mempertahankan perbedaan upah minimum yang besar agar daerah tertentu lebih menarik bagi pengusaha.
Apabila kesenjangan upah antardaerah nantinya semakin kecil, pemerintah perlu menggunakan instrumen kebijakan lain untuk memastikan investasi tidak hanya menumpuk di daerah tertentu.
“Kalau ada kekhawatiran-kekhawatiran itu, Mbak, nanti akan numpuk investasi kalau upahnya sama, lebih baik di daerah-daerah kota yang dekat pelabuhan. Maka pemerintah harus ada kebijakan pemerataannya, bukan dengan daya tarik upah minimum,” jelas Ristadi.
Maka dari itu, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah untuk membatasi jenis industri tertentu di kawasan yang sudah padat, kemudian mengarahkannya ke wilayah lain melalui pengaturan tata ruang.
“Karawang, Bekasi, Jakarta enggak boleh untuk industri A, B, C, D, harus digeser. Ya itu namanya tata ruang,” ucap dia.















