Ilustrasi kondisi gudang Bulog berisi pasokan beras dalam negeri. Dok. Pertanian.go.id

Beranda / Ekonomi / 33,24 Juta Penerima Bakal Terima Bantuan Beras

33,24 Juta Penerima Bakal Terima Bantuan Beras

Pravadanews – Program bantuan pangan beras kembali berlanjut hingga penghujung tahun. Pasalnya, saat ini, pemerintah telah menyiapkan penyaluran bantuan untuk puluhan juta warga pada periode Oktober hingga Desember 2026.

Sebanyak 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) bakal mendapatkan bantuan tersebut. Masing-masing penerima akan memperoleh beras sebanyak 10 kilogram (kg) setiap bulan.

Dengan demikian, setiap penerima bakal mendapatkan total 30 kg beras selama tiga bulan. Sementara total beras yang dialokasikan pemerintah untuk periode Oktober-Desember diperkirakan mencapai sekitar 997.000 ton.

“Hari ini kami datang atas arahan Bapak Presiden, membagi bantuan ke seluruh tanah air, seluruh Indonesia. Totalnya kita bagikan tahap pertama, 33,24 juta orang. Itulah bentuk cinta Bapak Presiden dan rakyat Indonesia,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (19/9/2026).

Lebih lanjut, jika dilihat secara keseluruhan di tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan hingga sekitar 2,6 juta ton beras untuk program tersebut. Jumlah itu terdiri atas sekitar 664.000 ton untuk periode Februari-Maret, 997.000 ton pada Juli-September, serta estimasi 997.000 ton untuk Oktober-Desember 2026.

Amran mengatakan besarnya penyaluran bantuan pangan turut ditopang oleh kondisi cadangan beras pemerintah. Saat ini, stok beras yang berada di Perum Bulog disebut masih mencapai sekitar 4,6 juta ton.

“Dulu kalau bulan seperti ini hanya 1 juta ton, 2 juta ton, maksimal 2 juta ton. Sekarang dua kali lipat,” ungkap Amran.

Sementara untuk produksinya, Amran menyebut, program bantuan pangan saat ini berasal dari produksi petani dalam negeri. Kondisi itu berbeda dibandingkan sebelumnya ketika sebagian beras berasal dari impor.

“Dulu beras ini dari negara lain, impor dulu. Beras kita aman, banyak. Nah, ini dulu berasnya dari Pakistan, India, Thailand. Hari ini, satu tahun saja dibawa ke pemimpin Bapak Presiden, swasembada beras ini dari petani Indonesia dan untuk rakyat Indonesia,” kata Amran.

Bapanas memastikan penyaluran bantuan pangan beras terus dikawal agar berjalan sesuai ketentuan dan diterima masyarakat yang menjadi sasaran program.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memutuskan melanjutkan bantuan beras hingga akhir tahun sebagai bagian dari langkah menghadapi potensi dampak El Nino.

“Bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).

Program bantuan pangan beras sendiri telah berjalan sejak 2023 dengan memanfaatkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Realisasi bantuan tercatat sekitar 1,49 juta ton pada 2023, meningkat menjadi sekitar 1,97 juta ton pada 2024, kemudian menjadi 710,78 ribu ton pada 2025.

Sementara pada 2026, penetapan penerima bantuan pangan beras menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan pemerintah bersama instansi terkait.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *