Pravadanews – Campak kembali menjadi ancaman kesehatan serius di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Pasalnya, pnyakit menular yang selama puluhan tahun dapat ditekan melalui vaksinasi itu, kini kembali merebak dengan ratusan kasus dilaporkan sepanjang 2026.
Dikutip dari CNN Healt, wabah tersebut tercatat telah mencapai 693 kasus yang tersebar di 38 wilayah Pennsylvania. Di tengah peningkatan kasus, otoritas setempat juga melaporkan empat kematian yang berkaitan dengan campak.
Kematian terbaru dialami seorang remaja berusia 18 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi dan tinggal di Mifflin County.
Koroner Mifflin County, Andrea Alcalde, mengatakan remaja tersebut meninggal akibat acute disseminated encephalomyelitis (ADEM), kondisi neurologis langka yang dapat terjadi setelah seseorang mengalami infeksi.
Sebelumnya, Pennsylvania juga melaporkan dua kematian pada bayi yang berkaitan dengan campak. Sementara itu, Koroner Jefferson County melaporkan kematian seorang perempuan berusia 40 tahun.
Menteri Kesehatan Pennsylvania, Debra Bogen menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban di tengah wabah campak yang sudah meluas. Apalagi kondisi penyakit tersebut menjadi kondisi terburuk di Amerika Serikat dalam lebih dari tiga dekade.
“Pikiran saya bersama dua keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih akibat virus yang sangat menular ini, ketika Pennsylvania menghadapi wabah campak terburuk dalam lebih dari tiga dekade,” kata Bogen dalam pernyataannya, dikutip dari CNN, Sabtu (19/9/2026).
Bogen menegaskan pemerintah Pennsylvania akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menekan penyebaran campak dan mencegah bertambahnya korban.
Salah satunya dengan cara Vaksin MMR atau measles, mumps, and rubella yang menjadi perlindungan utama terhadap campak.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut dua dosis vaksin MMR memberikan perlindungan sekitar 97 persen terhadap penyakit tersebut.
Peningkatan kasus di Pennsylvania terjadi di tengah lonjakan campak secara nasional. Lebih dari 3.200 kasus telah dilaporkan di seluruh Amerika Serikat sepanjang 2026 berdasarkan data CDC.
Campak juga dapat menyebabkan komplikasi serius. CDC mencatat sekitar satu dari lima orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi campak membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Sementara sekitar satu dari setiap 1.000 anak yang terinfeksi dapat mengalami ensefalitis atau pembengkakan otak. Meski Pennsylvania telah melaporkan empat kematian yang berkaitan dengan campak, CDC sejauh ini belum mencatat adanya kematian akibat campak secara nasional pada 2026.
CDC sebelumnya menyatakan belum memiliki informasi yang cukup untuk menentukan apakah campak menjadi penyebab atau turut berkontribusi terhadap sejumlah kematian yang dilaporkan Pennsylvania.















