Pantauan ketersediaan stok beras di salah satu minimarket kawasan Kukusan, Depok. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Pengamat: Beras Premium 5 Kg Langka Ubah Pola Belanja Konsumen

Pengamat: Beras Premium 5 Kg Langka Ubah Pola Belanja Konsumen

PravadaNews – Kesulitan menemukan beras premium kemasan 5 kilogram (kg) di sejumlah tempat membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan pilihan lain saat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Perubahan itu terlihat dari keputusan konsumen yang mulai mencari ukuran kemasan berbeda atau beralih ke produk lain ketika beras yang biasa dibeli tidak tersedia.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Perilaku Konsumen IPB University, Megawati Simanjuntak, mengatakan kondisi ketika suatu produk sulit ditemukan dapat memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan pembelian karena muncul kekhawatiran terhadap ketersediaan barang.

Menurutnya, informasi mengenai suatu produk yang mulai sulit diperoleh dapat membuat konsumen merasa perlu membeli lebih cepat atau menyediakan stok lebih banyak dibandingkan biasanya.

“Ketika kemasan 5 kg mulai langka, masyarakat pasti langsung merasa khawatir. Apalagi kalau masyarakat sudah mendengar barang mulai susah dicari, biasanya langsung terpikir untuk membeli atau menyetok lebih banyak,” ujar Megawati dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Sebagai informasi, beras premium kemasan 5 kg menjadi salah satu ukuran yang banyak dipilih masyarakat karena dianggap sesuai dengan kebutuhan rumah tangga serta lebih mudah disimpan dibandingkan kemasan yang lebih besar.

“Kemasan 5 kg lebih praktis disimpan dibandingkan kemasan yang lebih besar. Lalu biasanya ukuran 5 kg ini mereknya banyak dan konsumen punya preferensi sendiri untuk beras yang disukai, sehingga banyak konsumen lebih memilih kemasan 5 kg,” tambah Megawati.

Ketika beras dengan ukuran yang biasa dibeli sulit ditemukan, konsumen dapat menyesuaikan keputusan belanja dengan memilih ukuran lain dari merek yang sama maupun mempertimbangkan produk alternatif.

Perubahan pilihan ini dapat terjadi melalui dua arah, yakni konsumen membeli kemasan yang lebih besar untuk tetap menggunakan merek yang sama atau beralih ke jenis beras lain yang sebelumnya belum menjadi pilihan utama.

Salah satu alternatif yang dapat dipilih masyarakat adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan pemerintah melalui Perum BULOG sebagai bagian dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Perum BULOG menyebut penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai jalur distribusi, termasuk pasar tradisional dan ritel modern, untuk menjaga akses masyarakat terhadap beras dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, BULOG juga terus melakukan penyaluran sesuai penugasan pemerintah untuk mendukung ketersediaan beras di tengah perubahan permintaan masyarakat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *